MITRANEWS, Jakarta. – Di era digital di mana semua penyedia jasa berlomba-lomba memamerkan portofolio di Instagram atau TikTok, seorang tukang renovasi bangunan bernama Mustakim (60) justru melakukan hal sebaliknya. Ia tidak punya akun bisnis, tidak pernah beriklan, bahkan jarang memegang ponsel saat bekerja.
Namun, namanya justru viral dari mulut ke mulut karena satu hal: kegilaannya pada kerapian.
Belakangan ini, beberapa pemilik rumah yang menggunakan jasa Mustakim mengaku terkejut. Rumah mereka mendadak sering diketuk oleh orang asing—mulai dari tetangga satu kompleks hingga pengguna jalan yang kebetulan lewat. Bukan untuk bertamu, melainkan untuk menanyakan satu hal: *“Siapa yang membangun rumah ini? Kok rapi sekali?”
“Detail yang Berbicara”.
Salah satu pelanggan Mustakim, Linda (35), menceritakan pengalamannya. Awalnya ia hanya berniat merenovasi area fasad dan ruang tamu rumahnya di kawasan pinggiran Jakarta.
> “Saya ini perfeksionis, tapi Pak Mustakim jauh lebih perfeksionis. Pemasangan nat keramiknya simetris sempurna, colokan listrik lurus, bahkan sisa semen di sudut-sudut tersembunyi pun dibersihkan sampai mengkilap,” ujar Linda takjub.
>
Linda mengaku, dalam sebulan terakhir sudah ada empat orang yang menghentikan kendaraannya di depan rumah hanya untuk meminta nomor kontak tukang yang mengerjakan rumahnya.
Hal senada diungkapkan oleh Budi, seorang arsitek yang kebetulan menyewa jasa Mustakim untuk proyek pribadinya. Menurut Budi, hasil kerja Mustakim memiliki standar yang jarang ditemukan pada tukang harian biasa.
“Cara dia memotong sudut sikut (miter cut) pada kayu dan besi itu luar biasa presisi. Tanpa disadari, mata manusia itu peka terhadap keindahan yang simetris. Itulah mengapa banyak orang yang lewat langsung menoleh dan penasaran,” kata Budi.
Filosofi Kerja: Menganggap Rumah Orang Seperti Rumah Sendiri
Saat ditemui di sela-sela istirahatnya, Mustakim hanya tersenyum malu mendengarkan cerita tentang dirinya yang mulai dicari banyak orang. Pria asal Jawa Tengah ini mengaku tidak memiliki trik khusus.
> “Saya cuma mikir, bangun rumah itu pakai uang tabungan yang dikumpulin bertahun-tahun. Kasihan kalau hasilnya asal-asalan. Jadi saya kerjakan seolah-olah ini rumah saya sendiri,” ujar Mustakim sederhana.
>
Ia juga menambahkan bahwa bekerja rapi sebenarnya menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang, karena meminimalisir bongkar-pasang akibat kesalahan kerja.
Banjir Orderan Tanpa Iklan
Kini, daftar antrean (booking) untuk menggunakan jasa renovasi Mustakim dikabarkan sudah penuh hingga pertengahan tahun depan. Fenomena Mustakim membuktikan bahwa di tengah gempuran strategi pemasaran modern, **kualitas kerja yang jujur dan detail** tetap menjadi mata uang terbaik yang tidak akan pernah kehilangan nilainya.
Bagi Anda yang kebetulan melihat ada rumah yang sedang direnovasi dengan hasil yang sangat memanjakan mata, coba intip ke dalam. Siapa tahu, di sana ada Pak Mustakim yang sedang sibuk mengukur sudut dinding dengan penuh rasa cinta. (Narno)












