Rahasia Sehat Mahatir Mohammad Hingga Mencapai Usia 100 Tahun

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Healthy. – Ada sesuatu yang membuat banyak orang berhenti sejenak ketika melihat foto Tun Dr. Mahathir Mohamad bersepeda di hari ulang tahunnya yang ke-100, Juli 2025 lalu. Bukan sekadar kagum. Tapi bertanya-tanya, apa yang ia lakukan selama satu abad ini sehingga tubuhnya masih bisa diajak bergerak, otaknya masih tajam, dan bicaranya masih jernih?

Tun Dr. Mahathir Mohamad adalah Perdana Menteri Malaysia keempat sekaligus ketujuh — memimpin negeri itu dari 1981 hingga 2003, lalu kembali menjabat pada usia 93 tahun di periode 2018 hingga 2020. Ia lahir di Alor Setar, Kedah, pada 10 Juli 1925. Dan hingga hari ini, di usia yang sudah melampaui satu abad, ia masih membaca, masih menulis, masih berpikir kritis.

Lalu apa rahasianya?

Ketika pertanyaan itu dilontarkan padanya bertahun-tahun lalu, jawabannya singkat dan sedikit mengejutkan: “Pharmaton.” Itu saja. Sebuah suplemen vitamin yang bisa dibeli di apotek biasa. Tapi tentu bukan itu satu-satunya kunci. Ia sendiri menyebut bahwa yang benar-benar menopang kesehatannya adalah hal-hal sederhana — disiplin makan, rutin berolahraga, rajin membaca setiap hari, dan menjaga postur tubuh tetap tegak. Bukan ramuan langka. Bukan perawatan khusus di klinik mahal.

Baca Juga:  Merah Putih ke Semifinal! Indonesia Tumbangkan Denmark 3-1 di Uber Cup 2026

Yang menarik adalah bagaimana ia memperlakukan otaknya sama seriusnya dengan tubuhnya. Mahathir tidak pernah berhenti berpikir. Ia membaca, menulis, berdebat, berkomentar soal politik — bahkan setelah pensiun dua kali. Ia memahami bahwa otot yang tidak dipakai akan melemah. Dan hal yang sama berlaku untuk otak. Diam terlalu lama bukan istirahat. Itu percepatan kemunduran.

Soal makan, ia tidak berlebihan. Tidak ada pesta makan, tidak ada kebiasaan ngemil tanpa tujuan. Ia makan secukupnya, dan konsisten melakukannya sepanjang hidupnya. Ia juga tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol. Gaya hidupnya bersih dan teratur — tidur cukup, bangun pagi, ada waktu istirahat siang.

Baca Juga:  Resep Maskan Khas Jawa Warisan Leluhur yang Lezat dan Populer Turun-Temurun

Ia juga dikenal tidak membiarkan stres menguasainya. Bukan berarti hidupnya tanpa tekanan — seorang pemimpin negara selama lebih dari dua dekade jelas tidak kekurangan masalah besar. Tapi caranya menghadapi tekanan berbeda. Ia bergerak, ia berpikir, ia mencari jalan keluar. Bukan diam dan membiarkan beban menumpuk.

Ada satu kalimat yang pernah ia ucapkan dan layak dicatat baik-baik: kalau hidupmu berguna, kamu akan terus ingin hidup. Kalimat itu bukan sekadar motivasi kosong. Itu menjelaskan mengapa seseorang yang sudah melampaui usia rata-rata manusia masih punya alasan untuk bangun pagi dan melakukan sesuatu yang berarti.

Yang membuat kisah Mahathir relevan bukan karena ia luar biasa secara genetik atau keistimewaan yang tidak bisa ditiru. Justru sebaliknya — yang ia lakukan sangat bisa ditiru. Tidak perlu gym mahal. Tidak perlu suplemen seharga jutaan rupiah. Cukup disiplin, aktif bergerak, jaga apa yang masuk ke mulut, dan terus gunakan pikiran.

Baca Juga:  DPD AsMEN Kabupaten Bekasi Gelar Bukber Bersama PJ Sumberjaya, Bahas Program Desa

Tantangannya bukan pada tahu atau tidaknya. Hampir semua orang tahu bahwa olahraga itu baik, makan berlebihan itu buruk, dan stres itu merusak jantung. Tantangannya ada di konsistensi. Dan di situlah kebanyakan dari kita masih tersandung.

Mahathir tidak menemukan formula ajaib. Ia hanya melakukan hal-hal yang benar, secara konsisten, selama seratus tahun. (Joe)

Penulis: HarjonoEditor: Arman