Berita  

Pentingnya Pemimpin Melakukan Coaching untuk Cetak Talenta Masa Depan  

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Jakarta. – Di tengah tekanan bisnis yang semakin cepat berubah, peran pemimpin tidak lagi cukup hanya memberi perintah. Pemimpin masa kini dituntut menjadi penggerak pertumbuhan orang lain. Salah satu cara paling efektif yang kini banyak diadopsi perusahaan adalah coaching.Rabu, 4 Agustus 2026.

 

Coaching dipandang sebagai investasi kepemimpinan terbaik. Tujuannya sederhana namun berdampak besar: membantu orang lain bertumbuh, berkinerja lebih baik, dan akhirnya memberi hasil terbaik bagi organisasi.

 

Berbeda dengan sekadar memberi nasihat, proses coaching tidak berfokus pada arahan langsung dari coach. Justru sebaliknya. Seorang coach bertugas menuntun coachee menemukan jawabannya sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif. Dengan begitu, solusi yang muncul benar-benar berasal dari dalam diri dan lebih mudah dijalankan.

𝚂𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 𝙵𝚘𝚝𝚘 : Trias Kemiray, S.IP., M.M. / 𝚃𝚛𝚊𝚒𝚗𝚎𝚛, 𝙲𝚘𝚊𝚌𝚑 (𝚍𝚘𝚔.𝚙𝚛𝚒)

 

𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗽 𝗗𝗮𝘀𝗮𝗿 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗪𝗮𝗷𝗶𝗯 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗵𝗮𝗺𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻

Agar coaching berjalan efektif, ada 3 pilar utama yang harus dipegang:

 

1. 𝙋𝙖𝙧𝙩𝙣𝙚𝙧𝙨𝙝𝙞𝙥 : Hubungan antara coach dan coachee bersifat setara. Tidak ada posisi menggurui. Keduanya bekerja sama sebagai mitra untuk mencapai tujuan.

2. 𝙋𝙤𝙩𝙚𝙣𝙨𝙞 : Fokus utama coaching adalah mengeluarkan kemampuan terbaik yang selama ini mungkin terpendam dalam diri anggota tim.

3. 𝙎𝙤𝙡𝙪𝙨𝙞 𝙈𝙖𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 : Jawaban tidak datang dari coach. Tugas pemimpin adalah memfasilitasi agar coachee sendiri yang menemukan dan berkomitmen pada solusinya.

Baca Juga:  Kulonprogo Gelar Pentas Kethoprak “Joko Wasis, Joko Bodho”

 

Pendekatan ini membuat karyawan merasa dihargai dan memiliki kendali atas pekerjaannya. Alhasil, rasa tanggung jawab dan inisiatif pun tumbuh.

 

𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗮𝗹 𝗧𝗮𝗵𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗚𝗥𝗢𝗪 𝗠𝗼𝗱𝗲𝗹

 

Salah satu kerangka coaching yang paling banyak digunakan di dunia kerja adalah GROW Model. Model 4 tahap ini membantu percakapan coaching menjadi terstruktur dan terarah.

 

G – 𝗚𝗼𝗮𝗹 : Menentukan apa tujuan atau hasil akhir yang ingin dicapai. “Apa yang ingin kamu capai 3 bulan ke depan?”

R – 𝗥𝗲𝗮𝗹𝗶𝘁𝘆 : Melihat dan memahami situasi atau masalah yang sedang terjadi saat ini. “Kondisi saat ini seperti apa? Tantangannya di mana?”

O – 𝗢𝗽𝘁𝗶𝗼𝗻𝘀 : Mencari berbagai pilihan atau jalan keluar kreatif. “Apa saja opsi yang bisa kamu lakukan? Mana yang paling mungkin?”

W – 𝗪𝗶𝗹𝗹 : Memilih komitmen dan langkah nyata yang akan segera dikerjakan. “Langkah pertama apa yang akan kamu ambil minggu ini?”

 

Dengan GROW, pemimpin tidak perlu sibuk memecahkan masalah tim satu per satu. Tim jadi terbiasa berpikir kritis dan mandiri.

 

𝗖𝗼𝗮𝗰𝗵𝗶𝗻𝗴 𝘃𝘀 𝗠𝗲𝗻𝘁𝗼𝗿𝗶𝗻𝗴 : Jangan Tertukar

 

Banyak yang masih menyamakan 𝙘𝙤𝙖𝙘𝙝𝙞𝙣𝙜 dengan 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙤𝙧𝙞𝙣𝙜. Padahal keduanya berbeda.

Baca Juga:  Media Tokoh Indonesia & Forum Asmen Bersinergi Sukseskan Indonesia Emas 2045

 

𝘾𝙤𝙖𝙘𝙝𝙞𝙣𝙜 berfokus menggali potensi dan melahirkan solusi dari dalam diri lewat pertanyaan. Coach tidak harus lebih ahli di bidangnya.

Sementara 𝙈𝙚𝙣𝙩𝙤𝙧𝙞𝙣𝙜 lebih pada mengajari, memberi petunjuk, dan membagikan pengalaman langsung dari seorang ahli. Mentor biasanya sudah pernah melewati jalan yang sama.

 

Keduanya penting. Namun untuk membangun kemandirian tim, coaching terbukti lebih efektif dalam jangka panjang.

 

𝗗𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗢𝗿𝗴𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻

 

Penerapan budaya coaching memberi efek domino yang positif. Bagi organisasi, manfaatnya langsung terasa:

 

– Kinerja tim meningkat secara konsisten

– Potensi karyawan dapat dimaksimalkan

– Engagement dan motivasi kerja lebih tinggi

– Proses pembuatan keputusan menjadi lebih baik

– Muncul talenta-talenta yang siap menghadapi tantangan masa depan

– Hubungan antar tim menjadi lebih kuat dan saling percaya

 

Bagi pemimpin sendiri, dampaknya juga besar. Pemimpin menjadi lebih efektif dalam memengaruhi dan menginspirasi tim. Ia memiliki tim yang mandiri, proaktif, dan berkinerja tinggi. Karena masalah tidak lagi numpuk di meja pimpinan, pemimpin bisa lebih fokus pada hal-hal strategis.

𝚂𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 𝙵𝚘𝚝𝚘 : Trias Kemiray, S.IP., M.M. / 𝚃𝚛𝚊𝚒𝚗𝚎𝚛, 𝙲𝚘𝚊𝚌𝚑 (𝚍𝚘𝚔.𝚙𝚛𝚒)

Yang tak kalah penting, pemimpin akan merasa lebih puas melihat anggota timnya bertumbuh dan berhasil. Pada akhirnya, ia menjadi sosok pemimpin yang lebih dipercaya dan dihormati.

Baca Juga:  Dramatis! Persija Taklukkan Persib 2-1 di Super Big Match!

 

𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗖𝗼𝗮𝗰𝗵𝗶𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗘𝗳𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳

 

Agar tidak melenceng, coaching yang efektif harus berfokus pada 4 hal : pertumbuhan jangka panjang, bukan solusi instan. Solusi harus berasal dari dalam diri coachee. Ada perubahan mindset dan perilaku, bukan hanya target. Dan yang terakhir, ada tindakan nyata dan berkelanjutan.

 

Di era disrupsi ini, pemimpin yang hebat bukan yang paling pintar menjawab. Tapi yang paling jago bertanya. Karena lewat pertanyaan yang tepat, pemimpin bisa menghidupkan 86 miliar potensi di kepala setiap anggota timnya.

 

Coaching bukan pilihan lagi. Ini kebutuhan untuk mencetak organisasi yang tangguh dan berdaya saing. (Sukardi)

Penulis: SukardiEditor: Arman