Berita  

Menilik Geliat Pondok Tahfidz Ma’had Askar Qur’an: Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an, Menembus Ribuan Santri di Penjuru Nusantara

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Bogor. – Di keheningan sepertiga malam, saat sebagian besar dunia masih terlelap, aktivitas di Pondok Tahfidz Ma’had Askar Qur’an justru baru saja dimulai. Tepat pukul 03.00 WIB, lantunan ayat suci Al-Qur’an mulai menggema, menandai dimulainya agenda panjang para santri yang bertekad menjaga kalam Ilahi.

 

Kunjungan dan silaturahmi pengurus LKS Mi’raj Mulia sebanyak empat orang, terdiri dari ketua LKS (wartono) pengawas (Tatang) divisi program ( Adi winarni dan Rizki), ke pondok Tahfidz Ma’had Askar Quran, pada hari rabu tanggal 8 Juli 2026, kegiatan ini membuka cakrawala baru tentang bagaimana sebuah sistem pendidikan berasrama mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tangguh dan berdedikasi. Pondok tahfidz Ma’had Askar qur’an ini beralamat di Jalan Cijulang RT.003/RW.005. No.14 Kel. Kopo, Cisarua Bogor.

Dengan metode dan disiplin Ketat demi Mahkota Hafalan

Pondok Tahfidz Askar Qur’an menerapkan kurikulum yang terintegrasi dan berfokus penuh pada interaksi dengan Al-Qur’an sepanjang hari. Untuk klaster santri putra, pembinaan berada di bawah asuhan Ustaz Dimas yang mendidik sekitar 50 santri.

Baca Juga:  Kejaksaan Agung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional

 

Dengan target hafalan yang terukur, yaitu satu halaman per hari atau setara dengan satu juz dalam satu bulan, para santri diajarkan untuk konsisten. Dedikasi ini membuahkan hasil nyata: saat ini capaian hafalan para santri sangat progresif, berkisar antara 5 juz hingga 30 juz. Agar kualitas hafalan tetap terjaga dan tidak mudah pudar, pihak pondok secara berkala menggelar ujian akumulasi dan evaluasi ketat bagi setiap santri.

 

Kaderisasi Berkelanjutan Melalui Program Sanad

Lebih dari sekadar menghafal, Pondok Tahfidz Ma’had Askar Qur’an memiliki visi besar untuk mencetak kader-kader ustaz dan pengajar Al-Qur’an di masa depan. Guna mencapai target tersebut, pondok ini juga memfasilitasi program sanad Al-Qur’an melalui metode talaqqi—sebuah metode pembelajaran tradisional di mana santri berhadapan langsung dengan guru untuk memastikan akurasi tajwid dan makhraj huruf sesuai dengan riwayat yang bersambung hingga Rasulullah SAW.

 

“Kami tidak hanya ingin mereka hafal, tetapi juga mampu mengajarkannya kembali kepada umat dengan sanad yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar perwakilan pengurus pondok.

Baca Juga:  Refleksi & Kilas Balik Lawang Pitu Sepanjang 2024, Sambut Tahun Baru 2025 dengan Semangat dan Harapan Baru

 

Hebatnya lagi, guna memastikan fasilitas pendidikan ini dapat diakses oleh khalayak luas tanpa memandang latar belakang ekonomi, Pondok Tahfidz Ma’had Askar Qur’an menyediakan program beasiswa penuh bagi para santri yang berhasil memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan.

Gedung tahfidz Askar Qur'an Bogor

Menjangkau Nusantara dari Jabodetabek hingga Kendari

Kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pondok ini terbukti dari perkembangannya yang sangat pesat. Hingga saat ini, Pondok Tahfidz Ma’had Askar Qur’an telah berhasil mengepakkan sayapnya dengan mendirikan 13 cabang di wilayah Jabodetabek serta sekitar 30 cabang di Kendari, Sulawesi Tenggara, di bawah naungan dan bimbingan dari  Bpk Ir Fahmi Abdul Kadir Askar. Total santri yang dibina kini telah menyentuh angka kurang lebih 5.000 orang.

Keberagaman juga menjadi warna tersendiri di pondok ini. Pada klaster santri putri yang dibina oleh Ustazah Lena, sistem pembinaan serupa juga diterapkan dengan penuh kedisiplinan. Para santriwati ini datang dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari Aceh, Palembang, Jambi, Lampung, Jakarta, hingga Sulawesi, berkumpul dalam satu atap dengan satu tujuan mulia.

Baca Juga:  Ikatan Alumni UT Gelar Rakernas 2026 di Bogor, Moeldoko : Alumni UT adalah Agen Perubahan

 

Kunjungan silaturahmi ini ditutup dengan untaian doa dan harapan besar. Semoga Pondok Tahfidz Ma’had Askar Qur’an dapat terus berkembang, istikamah dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga berakhlak mulia serta membawa maslahat yang luas bagi umat dan bangsa. (RED)