Berita  

AsMEN Terus Bergerak, SP2MI Siap Bersinergi Tuntaskan Persoalan Pendidikan Bangsa

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Jakarta. – Komitmen Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) dalam mendorong kemajuan bangsa terus diwujudkan melalui berbagai program strategis di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. Kali ini, AsMEN menjajaki sinergi dengan Sarikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI), organisasi yang memiliki kepedulian besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional, khususnya dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

 

Rombongan AsMEN dipimpin Wakil Ketua DPP AsMEN Muhamad Ilyas, S.Pd.I., didampingi Ketua DPD AsMEN Jakarta Utara Kunendi, serta tim wartawan Imam Setiadi dan Lena Qilbi Agnia. Kehadiran mereka disambut langsung Ketua Umum SP2MI Drs. Amirudin Yusuf di Kantor Sekretariat Pusat SP2MI, Jalan Bungur III RT 10 RW 06 Nomor 114, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026).

 

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut diawali dengan saling memperkenalkan organisasi sekaligus memaparkan program kerja masing-masing. Wakil Ketua DPP AsMEN Muhamad Ilyas menjelaskan bahwa AsMEN merupakan organisasi yang mewadahi puluhan perusahaan media dan terus mengembangkan program-program yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Baca Juga:  Pertandingan Dramatis Warnai Laga Persib Bandung VS PSM Makassar

 

“Kedatangan kami ke sini untuk bersilaturahmi. AsMEN adalah wadah organisasi pengusaha media yang sementara ini menaungi sekitar 30 media. Program unggulan kami meliputi bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial,” ujar Ilyas.

 

Ia juga memperkenalkan program sosial terbaru bertajuk AsMEN Peduli Bangsa, yang menggagas Gerakan Bayar Hutang Negara (GBHN). Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi keuangan negara, dengan mekanisme pengumpulan dana secara sukarela dari para relawan, donatur, dan kalangan pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap utang negara yang nilainya telah mendekati Rp10.000 triliun.

 

Sementara itu, Ketua Umum SP2MI Drs. Amirudin Yusuf menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga kini diperkirakan mencapai sekitar empat juta anak, termasuk mereka yang putus sekolah. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi semua pihak agar tidak menjadi beban berkepanjangan bagi masa depan bangsa.

Baca Juga:  PTUN Jakarta Batalkan Keputusan Menteri HAM, Seluruh Permohonan Ernie Nurheyanti Toelle Dikabulkan

 

“Ayo kita bantu pemerintah bersama-sama supaya ATS ini benar-benar berkurang. Titik temu kami dengan Gus Ipul (Menteri Sosial) adalah bahwa PKBM merupakan program strategis Presiden Prabowo. Program ini memungkinkan yang tidak mungkin, menjangkau yang tidak terjangkau, serta memuliakan wong cilik agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan,” ujar Amirudin.

 

Amirudin menambahkan, salah satu daerah dengan angka ATS yang cukup tinggi berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menurutnya, masih terdapat pandangan di sebagian masyarakat yang menganggap pendidikan kurang penting dibandingkan bekerja sejak usia dini, bahkan tidak sedikit yang memilih menjadi pekerja migran dan meninggalkan kampung halamannya.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD AsMEN Jakarta Utara Kunendi menilai upaya menekan angka ATS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, para pendidik, akademisi, pegiat pendidikan, hingga relawan sosial harus lebih aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa.

Baca Juga:  Hari Kesehatan Nasional 2025, Generasi Sehat Masa Depan Hebat

 

“Para penggiat pendidikan, guru, maupun akademisi harus lebih gencar hadir di tengah masyarakat untuk menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan keterlibatan semua pihak, saya optimistis angka Anak Tidak Sekolah akan terus berkurang dari waktu ke waktu,” pungkas Kunendi.

 

Imam Setiadi

Penulis: Imam SetiadiEditor: Arman