MITRANEWS, Jakarta Timur. — Tiga pekerja PDAM ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Kamis pagi. Peristiwa nahas itu terjadi saat ketiganya sedang melakukan perbaikan saluran air.
Kepala Seksi Operasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, menjelaskan insiden bermula pukul 09.49 WIB. Petugas Damkar menerima laporan adanya pekerja yang terjebak di dalam gorong-gorong dan langsung mengerahkan satu unit beserta personel ke lokasi.
“Proses evakuasi berlangsung lama karena perlu kehati-hatian dari petugasnya agar tidak ikut jadi korban,” kata Abdul Wahid, Kamis.
Untuk masuk ke dalam gorong-gorong, petugas Damkar harus menggunakan perlengkapan lengkap termasuk alat bantu pernapasan atau SCBA. Langkah ini wajib dilakukan karena diduga ada kebocoran gas beracun di dalam saluran yang sempit dan minim oksigen.
Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, AKP Nasruki, membenarkan tiga jenazah ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong. “Pekerja PDAM sedang melakukan perbaikan gorong-gorong, dan ketiganya meninggal,” ujar Nasruki, Kamis.

Kronologi Berantai
Menurut keterangan Nasruki, peristiwa bermula ketika satu orang pekerja lebih dulu turun ke dalam gorong-gorong untuk memeriksa perbaikan. Tak lama, korban pertama berteriak meminta tolong dari bawah. Mendengar teriakan itu, rekan kedua berupaya membantu dengan ikut turun ke dalam saluran.
Namun upaya pertolongan justru berujung petaka. “Korban kedua turun dan tergeletak minta tolong ke korban ketiga, terus korban ketiga jatuh juga,” ucap Nasruki. Ketiganya diduga menghirup gas berbahaya yang terjebak di dalam gorong-gorong sehingga lemas dan tidak sadarkan diri.
Nasruki memastikan tiga korban yang masuk ke gorong-gorong tidak ada yang selamat. Dugaan sementara, ketiganya tewas akibat menghirup kebocoran gas. Jenis gas belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Evakuasi Gunakan Crane
Proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati. Petugas Damkar yang memakai alat bantu pernapasan masuk bergantian ke dalam gorong-gorong untuk mengevakuasi korban. Setelah berhasil diikat, jenazah diangkat ke permukaan menggunakan crane atau penderek.
Satu per satu jenazah berhasil dikeluarkan dari kedalaman gorong-gorong. Seluruh proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena petugas harus memastikan keselamatan tim dan tidak ada korban tambahan akibat gas beracun.
Hingga saat ini, identitas ketiga korban belum dipublikasikan pihak kepolisian. Jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum dan diserahkan ke pihak keluarga.
Imbauan Keselamatan Kerja
Abdul Wahid mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan kerja, terutama saat bertugas di ruang terbatas atau confined space seperti gorong-gorong, sumur, dan tangki. Ruangan seperti itu berpotensi mengandung gas berbahaya seperti metana, hidrogen sulfida, atau kekurangan oksigen.
“Seharusnya ada deteksi gas dulu sebelum masuk, dan wajib menggunakan alat pelindung diri lengkap. Jangan sampai ada korban susulan karena ingin menolong tanpa peralatan,” tegasnya.
Pihak kepolisian bersama Dinas Gulkarmat dan PDAM masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan kerja ini. Dugaan kebocoran gas akan didalami, termasuk mengecek standar operasional prosedur yang diterapkan saat perbaikan berlangsung.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja di ruang terbatas yang menelan korban jiwa di Jakarta. Masyarakat dan pihak kontraktor diimbau lebih waspada dan mematuhi K3 agar kejadian serupa tidak terulang. ( kunendi)












