Berita  

Rahadi Saptata Abra di Balik Sukses JCW #6: Dari Kopi Membangun Ruang Kolaborasi dan Toleransi

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Yogyakarta. — Sosok Rahadi Saptata Abra menjadi salah satu orang penting di balik suksesnya Jogja Coffee Week (JCW) #6 yang digelar di Hall B-C Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, 4–6 September 2026.

 

Sebagai Ketua Panitia/Organizing Committee JCW #6, Rahadi Saptata Abra punya peran besar dalam mengatur acara yang mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem kopi, mulai dari petani, pelaku usaha, pengusaha, komunitas, seniman, sampai pemerintah dan pemangku kebijakan.

 

Rahadi dikenal sebagai Wakil Ketua Umum KADIN DIY Bidang Lingkungan Hidup, Ketua Jogja Coffee Week, sekaligus CEO PT Media Link Internasional. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk membangun JCW sebagai ruang kolaborasi lintas sektor.

 

Kehadiran Stand KADIN DIY di JCW #6 juga menunjukkan kuatnya hubungan antara dunia usaha, pengembangan ekonomi, lingkungan hidup, dan keberlanjutan ekosistem kopi.

 

Rahadi Abra dan Konsep JCW yang Menyatukan Banyak Elemen

 

JCW #6 bukan cuma pameran kopi. Di bawah koordinasi Rahadi Saptata Abra dan seluruh tim panitia, kopi dikemas menjadi ruang interaksi yang mempertemukan banyak kalangan.

 

Mulai dari petani kopi, roastery, barista, pemilik kedai, pengusaha, komunitas, pelaku industri kreatif, seniman, artis, tokoh masyarakat, sampai pejabat dan pemangku kebijakan bisa bertemu di satu tempat.

 

Suharmanto, (Ketua Forum Kajian Budaya Toleransi dan Perdamaian)salah seorang pengunjung event ,

Baca Juga:  Demang Lehman : Pejuang Banjar yang Gigih Melawan Penjajahan Belanda

Menurut Suharmanto, JCW #6 punya kekuatan tersendiri karena mampu menjadikan kopi sebagai media yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

 

“JCW ini sangat luar biasa. Dari kopi bisa menyatukan semua elemen, tokoh masyarakat, pengusaha, owner perusahaan, artis, pejabat dan pemangku kebijakan, berbagai komunitas, petani, yang tidak memandang suku maupun agama.”

 

Ia menilai hal tersebut tidak terjadi begitu saja. Ada proses kreatif dan pengelolaan acara yang dilakukan panitia sehingga berbagai elemen bisa merasa ikut menjadi bagian dari JCW.

 

“Semua menyatu dalam kegembiraan dan memuaskan rasa penasaran mereka. Itu bisa di-create sedemikian rupa oleh panitia,” kata Suharmanto.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rahadi Saptata Abra dan seluruh panitia atas terselenggaranya JCW #6.

 

“Selamat dan sukses untuk penyelenggaraan ini. JCW merupakan event yang luar biasa.”

 

Rahadi Berhasil Membuka Ruang Kolaborasi

 

Apresiasi juga datang dari Pulung, penggiat kopi, pengelola Ruang Tamu Jogja Istimewa, sekaligus Founder HP Management.

 

Menurut Pulung, JCW #6 menunjukkan bahwa kopi punya kekuatan besar untuk membangun jejaring dan kolaborasi.

 

“Selamat dan sukses untuk Jogja Coffee Week. Event ini luar biasa. Kopi bisa menjadi media untuk mempertemukan banyak orang, komunitas, pelaku usaha, petani, seniman, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.”

Baca Juga:  𝗨𝗜𝗡 𝗦𝘂𝘀𝗸𝗮 𝗥𝗶𝗮𝘂 𝗞𝘂𝗸𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝟲𝟰𝟳 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗣𝗿𝗼𝗳𝗲𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

 

Pulung secara khusus mengapresiasi Rahadi Saptata Abra sebagai Ketua Panitia yang dinilai mampu menggerakkan berbagai unsur tersebut dalam satu acara besar.

 

Menurutnya, keberhasilan event sebesar JCW bukan cuma soal jumlah peserta atau luas pameran, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan ruang interaksi yang hidup dan membuka peluang kolaborasi baru.

hidup dan membuka peluang kolaborasi baru.

 

Coffee Painting, Titik Temu Kopi, Seni dan Budaya

 

Salah satu kegiatan yang memperkuat karakter JCW #6 adalah Coffee Painting, yang membawa kopi keluar dari cangkir dan menjadikannya sebagai medium seni.

 

Lewat Coffee Painting, kopi tidak hanya dilihat sebagai komoditas dan minuman, tetapi juga sebagai bagian dari kreativitas, seni, dan budaya.

 

Keterlibatan Ruang Tamu Jogja Istimewa dalam kegiatan ini semakin memperluas kolaborasi di JCW. Dunia kopi bertemu dengan seni rupa, komunitas kreatif, dan budaya Yogyakarta.

 

Bagi Pulung, konsep seperti ini penting untuk terus dikembangkan karena menunjukkan bahwa ekosistem kopi bisa bersinergi dengan sektor lain.

 

“Kopi itu bukan hanya soal rasa. Ada petani, budaya, kreativitas, seni, ekonomi, pariwisata dan pertemuan manusia di dalamnya,” demikian semangat yang terlihat dalam kolaborasi tersebut.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Naik Peringkat FIFA, Garuda Kembali ke Posisi 118 Dunia

 

Dari JEC untuk Ekosistem Kopi Indonesia

 

Suksesnya JCW #6 di JEC semakin menegaskan bahwa Yogyakarta punya potensi besar sebagai salah satu tempat berkembangnya ekosistem kopi nasional.

 

Di balik kemeriahan acara, peran Rahadi Saptata Abra sebagai Ketua Panitia/Organizing Committee menjadi bagian penting dalam menyatukan berbagai kepentingan dan komunitas dalam satu panggung.

 

JCW akhirnya bukan cuma tempat transaksi dan promosi produk kopi, tetapi juga berkembang menjadi ruang bertemunya manusia, gagasan dan kolaborasi.

 

Dari petani sampai pengusaha, dari barista sampai seniman, dari komunitas sampai pemerintah, semuanya bertemu lewat satu bahasa yang sederhana: kopi.

 

JCW #6 membuktikan bahwa ketika kopi dikelola dengan semangat kolaborasi, secangkir kopi bisa menjadi jembatan yang menghubungkan banyak elemen masyarakat tanpa sekat.

(Herman)

Penulis: HermanEditor: Arman