Berita  

Demang Lehman : Pejuang Banjar yang Gigih Melawan Penjajahan Belanda

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Sejarah. – Demang Lehman merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat Banjar melawan penjajahan Belanda. Ia dikenal sebagai panglima dan pemimpin perlawanan yang memiliki keberanian besar dalam menghadapi kekuatan kolonial pada masa Perang Banjar.

 

Latar Belakang Demang Lehman

 

Demang Lehman memiliki nama asli Idies. Ia berasal dari lingkungan masyarakat Banjar dan kemudian dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Pangeran Antasari, tokoh utama dalam perjuangan rakyat Banjar melawan Belanda.

 

Ketika konflik antara Kesultanan Banjar dan pemerintah kolonial Belanda semakin memanas, Demang Lehman tampil sebagai salah satu pemimpin pasukan yang berperan penting dalam mengorganisasi perlawanan rakyat.

 

Perang Banjar

 

Perlawanan terhadap Belanda semakin besar setelah campur tangan kolonial dalam urusan Kesultanan Banjar. Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi Perang Banjar, yang berlangsung sejak 1859 dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan.

Baca Juga:  Turnamen DEN SAKTI CUP 2026 Wadah Pembinaan Generasi Muda

 

Demang Lehman menggunakan pengetahuan terhadap medan dan dukungan masyarakat setempat untuk menghadapi pasukan Belanda. Strategi gerilya menjadi salah satu cara yang digunakan para pejuang Banjar untuk memberikan tekanan kepada pihak kolonial.

 

Perlawanan tidak hanya dilakukan melalui pertempuran terbuka, tetapi juga dengan memanfaatkan kondisi geografis Kalimantan Selatan yang memiliki sungai, hutan, dan wilayah rawa yang sulit dikuasai oleh pasukan kolonial.

 

Perjuangan Bersama Pangeran Antasari

 

Demang Lehman menjadi salah satu tokoh yang memiliki hubungan erat dengan perjuangan Pangeran Antasari. Bersama para pejuang lainnya, mereka berusaha mempertahankan kedaulatan Kesultanan Banjar serta melawan dominasi Belanda.

 

Perjuangan tersebut berlangsung dalam kondisi yang sangat berat. Belanda memiliki persenjataan dan sumber daya militer yang lebih besar. Namun, perlawanan rakyat Banjar tetap berlangsung selama bertahun-tahun.

 

Demang Lehman dikenal memiliki keberanian dan kemampuan memimpin pasukan. Namanya kemudian menjadi simbol perlawanan masyarakat Banjar terhadap kolonialisme.

Baca Juga:  Garuda Muda Akhiri Turnamen dengan Kemenangan, Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026

 

Penangkapan dan Hukuman Mati

 

Setelah melalui berbagai pertempuran, Belanda akhirnya berhasil menangkap Demang Lehman. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah kolonial.

 

Demang Lehman dihukum gantung di Martapura pada 27 Februari 1864. Meskipun hidupnya berakhir di tangan pemerintah kolonial, perjuangannya tetap dikenang oleh masyarakat Kalimantan Selatan.

 

Warisan Perjuangan

 

Demang Lehman tidak hanya dikenang sebagai seorang pejuang, tetapi juga sebagai simbol keberanian, kesetiaan, dan semangat mempertahankan tanah air. Perjuangannya menunjukkan bahwa masyarakat daerah memiliki peranan besar dalam sejarah panjang perjuangan Indonesia melawan kolonialisme.

 

Nama Demang Lehman hingga kini digunakan sebagai nama berbagai fasilitas umum dan institusi di Kalimantan Selatan. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa perjuangannya.

 

Kisah Demang Lehman merupakan bagian penting dari sejarah Perang Banjar. Ia bersama Pangeran Antasari dan para pejuang lainnya menunjukkan bahwa perlawanan terhadap penjajahan tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi berlangsung di berbagai penjuru Nusantara.

Baca Juga:  PJ Kades Sumberjaya Ike Rahmawati: Kami Fokus Pada 5 Program Strategies

 

Semangat Demang Lehman mengajarkan pentingnya keberanian, persatuan, dan keteguhan dalam mempertahankan kehormatan serta tanah kelahiran. Karena itu, kisah perjuangannya tetap relevan untuk dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. (Henry febrian)

Penulis: Henry FEditor: Arman