Berita  

LK2S Bogor Studi Banding ke Sleman: Belajar Tata Kelola Unggul untuk Putus Rantai Kemiskinan

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Sleman DIY. – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LK2S) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) menggelar kegiatan _Capacity Building_ di Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

 

Kegiatan ini diikuti oleh 43 peserta dari berbagai Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) se-Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut terlaksana 22 September 2026.

 

Ketua LK2S Kabupaten Bogor, Dedi Supriyadi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tata kelola, manajemen organisasi, pengembangan inovasi pelayanan, serta penguatan koordinasi kesejahteraan sosial.

 

“Kegiatan kunjungan kerja atau _capacity building_ ke Dinsos Sleman ini adalah untuk belajar langsung praktik-praktik baik. Kami ingin LKS di Bogor semakin profesional dan inovatif dalam melayani masyarakat,” ujar Dedi.

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman: Wawan Widiantoro, S.IP, MPA
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman: Wawan Widiantoro, S.IP, MPA. 

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Wudiantoro. Ia mengaku berkesan karena rombongan dari Bogor datang paling pagi dan sangat antusias.

Baca Juga:  Raymond/Joaquin Balikkan Keadaan dari 12-16, Lolos ke Semifinal Polytron Indonesia Open 2026

 

Dalam pemaparannya, Wawan menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu pariwisata, pendidikan, dan budaya.

 

Terkait perlindungan sosial, Dinsos Sleman memiliki program unggulan bernama Jaring Pengaman Sosial (JPS). Program ini merupakan bantuan dalam bentuk uang yang diberikan secara tidak terencana untuk kejadian-kejadian mendesak yang tidak terduga.

 

JPS di Sleman menyasar empat kebutuhan krusial:

 

1.Bidang Pendidikan Membantu warga yang tidak mampu menebus ijazah, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, yang masih tertahan di sekolah atau kampus.

 

2.Bidang Kesehatan Memberikan bantuan bagi warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan atau yang penyakitnya tidak ter-cover oleh BPJS.

 

3.Bidang Sosial Menyalurkan alat bantu bagi penyandang disabilitas, seperti kursi roda, alat bantu dengar, dan alat bantu jalan

 

4.Bidang Hukum Memberikan pendampingan hukum bagi warga miskin yang tersangkut masalah hukum.

Baca Juga: 

 

Untuk memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan, Dinsos Sleman tidak hanya memberikan bantuan karitatif. Mereka menggulirkan dua program andalan yang menjadi inspirasi nasional:

 

a. PEDAS (Pejuang Ekonomi Muda Sleman) Program pemberdayaan ekonomi yang mendorong anak-anak muda dari keluarga kurang mampu untuk menjadi wirausaha mandiri.

 

b. Beasiswa Pintar Program kuliah gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.

 

Kedua program ini dinilai efektif karena menyasar akar masalah kemiskinan, yakni akses pendidikan dan kemandirian ekonomi.

 

 

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Indra Nur Cahyo yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor. Ia menyampaikan terima kasih atas penerimaan hangat dari Dinsos Sleman.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinsos Kabupaten Sleman yang telah berkenan menerima kami. Kami berharap kunjungan ini membawa inspirasi dan pembelajaran, dapat mempererat silaturahmi, membangun jejaring, serta saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” tuturnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pimpin Rapat Kabinet, Fokus pada Pertanian, Ekonomi, dan Pendidikan

 

LK2S berharap, kegiatan ini menjadi sarana efektif bagi setiap peserta yang mewakili LKS masing-masing untuk memperoleh wawasan baru, berbagi praktik baik, dan menggali inovasi yang nantinya dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Bogor.

 

(Irwandi)

Penulis: IrwandiEditor: Arman