Berita  

JAM60NAS Ke-2 Gema di Jakarta! Ribuan Pecinta Vespa 60-an Tumpah Ruah di Museum Satria Mandala

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Jakarta. — Semangat mesin 2-tak menggelegar di ibukota. Komunitas Vespa menggelar Jambore Nasional Vespa 60-an atau JAM60NAS se-Jabodetabek ke-2 di Museum Satria Mandala, Jakarta. (22/8/2026)

 

Ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pertama kali di Yogyakarta. Acara ini menjadi ajang kumpul akbar bagi para pecinta dan pemilik Vespa klasik tahun 1960-an dari seluruh Indonesia.

Suasana langsung pecah sejak pembukaan. Panitia menghadirkan atraksi ledakan petasan khas Betawi dari para jawara, dilanjutkan penampilan tim berbalas pantun atau palang pintu.

Tradisi Palangpintu
Tradisi Palangpintu

Nuansa budaya lokal sengaja diangkat untuk menyambut para tamu dari berbagai daerah.

Baca Juga:  Antusiasme Bergabung dengan Nasdem, Ingin Perubahan dan Arah yang Jelas

Tujuannya jelas JAM60NAS bukan hanya soal skuter, tetapi juga merayakan persaudaraan dan budaya.

Selain menjadi tempat temu kangen, JAM60NAS juga diramaikan puluhan pelaku UMKM. Mereka menggelar dagangan mulai dari kuliner, apparel, hingga merchandise Vespa.

Komunitas Vespa dari berbagai kota juga membuka gerai suku cadang dan sparepart klasik yang sulit ditemukan.

 

Mas Andri, 37 tahun peserta asal Depok kelahiran Garut yang untuk kedua kalinya hadir, mengaku antusias.

“Ini bukan sekadar jambore. Ini ajang silaturahmi sesama pengguna skuter se-Indonesia. Yang bikin beda, kearifan lokal Betawi juga diangkat. Jadi berasa di rumah sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:  Indonesia Open 2026: Hari Pertama Panen Kemenangan! 7 Wakil Merah Putih Lolos ke 16 Besar

 

Baginya, melihat ratusan Vespa 60-an terparkir rapi di halaman museum adalah pemandangan yang langka dan membanggakan

JAM60NAS membuktikan bahwa Vespa klasik bukan sekadar kendaraan. Ia adalah gaya hidup, sejarah, dan pengikat persaudaraan lintas kota.

JAM60NAS layak dihadiri para penggemarnya Karena di setiap deru mesin tua, ada cerita dan persahabatan yang terus hidup.  (Irwandi)

Penulis: IrwandiEditor: Arman