Berita  

Pedagang Ayam Pasar Kranggan Penggerak Ekonomi

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Bekasi. – Pasar tradisional masih menjadi pusat kehidupan ekonomi masyarakat. Di Pasar Kranggan, Bekasi, kisah inspiratif datang dari pasangan suami istri asal Gemolong, Sragen, yaitu Ibu Indah Kasmiyati dan Pak Gamiri Aril. Mereka merantau ke Bekasi untuk mengadu nasib sebagai pedagang ayam, dan kini usaha yang dijalani setiap hari menjadi sumber kebahagiaan sekaligus penggerak ekonomi keluarga. Sabtu 29/8/2026.

 

Ibu Indah Kasmiyati dan Pak Gamiri Aril adalah pedagang ayam yang dikenal ramah dan tekun. Dari lapak sederhana di Pasar Kranggan, mereka mampu membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

 

Baca Juga:  Maroko Ukir Sejarah! Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti, di Piala Dunia 2026

Setiap hari, mereka menjual ayam segar yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Dagangan yang selalu ramai pembeli membuat mereka bisa membiayai kuliah dua anaknya serta mewujudkan impian berangkat umroh bersama.

 

Rutinitas dimulai sejak subuh. Pasangan ini menyiapkan ayam segar, menata lapak, dan melayani pembeli hingga siang hari. Kesibukan itu berlangsung setiap hari tanpa mengenal libur, karena pasar tradisional selalu hidup sepanjang minggu.

 

Pasar Kranggan, Bekasi, menjadi tempat mereka berjuang. Lokasi ini bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga ruang sosial di mana pedagang dan pembeli saling berinteraksi.

Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa pasar tradisional tetap relevan. Harga terjangkau, kualitas segar, dan hubungan sosial yang hangat menjadi alasan masyarakat setia berbelanja di sana.

Baca Juga:  Garuda Muda Terbang ke Semifinal! Timnas U-19 Indonesia Tumbangkan Vietnam 2-1

 

Dengan kerja keras, kejujuran, dan pelayanan ramah, Ibu Indah dan Pak Gamiri berhasil menjaga kepercayaan pelanggan. Mereka memastikan ayam yang dijual selalu segar dan bersih. Strategi sederhana ini membuat dagangan mereka laris manis setiap hari.

 

Kisah Ibu Indah Kasmiyati dan Pak Gamiri Aril adalah bukti nyata bahwa pedagang ayam di Pasar Kranggan bukan sekadar penjual, melainkan penggerak ekonomi lokal. Dari usaha kecil, lahir harapan besar: membiayai pendidikan dua anak sampai Sarjana, mewujudkan ibadah umroh, dan menjaga keberlangsungan pasar tradisional sebagai pusat kehidupan masyarakat. (Suhari)

Penulis: SuhariEditor: Arman