Berita  

Bekasi Rasa Tokyo: Uniknya Hajatan Khitanan Bertema Jepang “Fatih & Hikari” di Tarumajaya

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Bekasi. – Suasana Perum Semer Indah RT 05 RW 03, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, tampak tak biasa pada Sabtu (29/8/2026). Kemeriahan melingkupi kediaman Bapak Agus Warsito yang menggelar syukuran khitanan kedua putranya, Fatih dan Hikari. Berbeda dari syukuran pada umumnya, hajatan ini sukses mencuri perhatian warga lantaran mengusung konsep kebudayaan Jepang yang kental dan penuh warna.

 

Sejak pagi hari, gang pemukiman warga disulap bagaikan sudut kota Kyoto. Deretan lampion merah (*chouchin*), ornamen bunga sakura buatan, serta gerbang *torii* buatan berdiri megah menyambut para tamu undangan. Tak hanya dekorasi visual, lantunan musik instrumen tradisional Jepang seperti shamisen dan koto yang dipadukan secara halus dengan irama khas nusantara turut menambah hangat suasana acara.

 

Kedua jagoan kecil yang berbahagia, Fatih dan Hikari, tampil sangat menggemaskan mengenakan pakaian adat tradisional Jepang, *kimono* lengkap dengan *hakama*. Senyum ceria memancar dari wajah keduanya saat menyapa para kerabat dan kawan-kawan sebaya yang hadir memberikan doa restu.

Baca Juga:  Direktur Perusahaan Beri Cek Kosong Rp128 Juta, Dilaporkan ke Polsek Tanjung Karang Barat

 

Bapak Agus Warsito mengungkapkan bahwa pemilihan tema Negeri Sakura ini bukan tanpa alasan. Selain karena Fatih dan Hikari yang memang menggemari kebudayaan Jepang, ia ingin menghadirkan momen sekali seumur hidup yang tak terlupakan dan membawa kebahagiaan bagi anak-anaknya.

Khitanan nuansa Jepang
Khitanan nuansa Jepang.

“Kami ingin momen syukuran dan prosesi khitanan Fatih serta Hikari ini jadi kenangan manis yang berkesan. Anak-anak sangat senang dengan hal-hal berbau Jepang, jadi kami putuskan untuk mewujudkannya dalam syukuran ini sekaligus berbagi kebahagiaan dengan tetangga sekitar,” ujar Agus Warsito di sela-sela penyambutan tamu.

 

Keunikan acara tidak berhenti pada dekorasi dan busana semata. Kuliner yang disajikan pun sangat memanjakan lidah. Panitia menyediakan perpaduan hidangan khas Indonesia dan Jepang. Para tamu dapat menikmati sajian seperti *takoyaki*, *chicken teriyaki*, dan *ramen*, bersanding harmonis dengan menu tradisional hajatan seperti soto dan aneka kue basah.

Baca Juga:  Sinergitas lembaga Kesejahteraan Sosial, Wujudkan Peningkatan Perlindungan Anak di Kabupaten Bogor

 

Antusiasme warga dan tamu undangan terlihat sangat tinggi sepanjang acara berlangsung. Banyak kerabat dan tetangga memanfaatkan momen unik ini untuk berfoto di berbagai sudut lokasi yang dirancang ciamik dan *instagramable*.

Pelayan ala Jepang
Pelayan ala Jepang

Meskipun dikemas dengan sentuhan modern khas Jepang, nilai-nilai tradisi, keagamaan, dan rasa kebersamaan tetap menjadi inti dari acara ini. Doa bersama dan pemotongan tumpeng tetap dilakukan secara hikmat sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran prosesi khitanan Fatih dan Hikari, serta doa agar kelak keduanya tumbuh menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan berguna bagi masyarakat.

Baca Juga:  Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York

 

Acara syukuran yang berlangsung meriah hingga siang hari ini sukses memberikan warna baru dalam perayaan hajatan warga di Desa Pahlawan Setia, membuktikan bahwa perpaduan kreasi budaya dapat menghadirkan kehangatan dan kebahagiaan yang berkesan bagi semua orang. (Satiyono)

Penulis: SatiyonoEditor: Arman