MITRANEWS, Tangerang. — Tekad untuk mengubah nasib keluarga mampu mematahkan segala keterbatasan. Hal inilah yang dibuktikan oleh pasangan suami istri, Asim dan Turmini. Berawal dari rasa jenuh dan terbatasnya penghasilan sebagai buruh pabrik, keduanya memberanikan diri membanting setir menjadi pedagang. Kini, perjuangan pantang menyerah tersebut berbuah manis. Usaha yang bermula dari satu meja kecil sederhana kini telah menjelma menjadi lapak buah yang besar dan ramai pembeli di kawasan Pasar Kotabumi, Tangerang.
Keputusan besar tersebut diambil beberapa tahun lalu ketika pasangan ini merasa bahwa penghasilan harian dari buruh pabrik tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang terus meningkat. Dengan modal nekat serta niat kuat untuk meraih kehidupan yang lebih layak, Asim dan Turmini memilih jalan wirausaha. Pilihan mereka jatuh pada jualan rujak buah, sebuah kuliner segar yang digemari berbagai kalangan.
Langkah awal mereka jauh dari kata mudah. Pada masa-masa awal berjualan, Asim dan Turmini hanya mengandalkan satu meja kayu kecil yang diletakkan di tepi jalan. Aneka buah-buahan dipotong secara manual, disajikan dengan racikan bumbu rujak khas yang pedas, manis, dan gurih. Pada rentang waktu awal tersebut, pendapatan yang mereka bawa pulang sangatlah minim.
“Dulu saat baru mulai, omset harian hanya puluhan ribu rupiah. Kadang hanya cukup untuk membeli bahan baku besoknya lagi. Tapi kami tidak berkecil hati, kami percaya kalau konsisten pasti ada hasilnya,” kenang Asim saat ditemui di tempat usahanya.

Lokasi lapak mereka yang sangat strategis menjadi salah satu kunci keberhasilan. Berada tepat di pertigaan Jalan Kotabumi, samping agen bus Harapan Jaya, Pasar Kotabumi, kawasan ini selalu dipadati lalu lalang masyarakat, pengguna jalan, serta penumpang bus. Kelezatan bumbu rujak racikan Turmini serta kesegaran buah yang disajikan perlahan-lahan mulai memikat hati para pelanggan lokal hingga mereka yang sekadar melintas.
Kualitas rasa yang konsisten dan pelayanan yang ramah membuat pelanggan setia mereka terus bertambah. Dari hari ke hari, permintaan rujak terus meningkat pesat. Hasil keuntungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit tidak mereka gunakan untuk konsumsi konsumtif, melainkan diputar kembali sebagai modal usaha.
Kini, meja kecil itu telah berganti menjadi lapak buah yang luas dan megah. Tak hanya menyajikan rujak buah siap makan dengan bumbu yang menggoyang lidah, lapak Asim dan Turmini juga menyediakan beragam jenis buah-buahan segar kualitas unggulan yang bisa dibeli kiloan. Kerja keras dan ketekunan pasangan suami istri ini membuahkan hasil luar biasa. Omset yang dahulunya hanya puluhan ribu rupiah per hari, kini melonjak drastis hingga mencapai jutaan rupiah setiap harinya.
Kisah Asim dan Turmini menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman sebagai buruh pabrik, jika diimbangi dengan kerja keras dan konsistensi, mampu mengubah perekonomian keluarga secara signifikan. Dari sudut jalan di pertigaan Kotabumi, pasangan ini telah menginspirasi banyak orang bahwa keberhasilan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. (Supratikno)












