Berita  

Kulonprogo Gelar Pentas Kethoprak “Joko Wasis, Joko Bodho”

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Kulonprogo. – Dalam rangka memperingati 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kundha Kabudayan/Dinas Kebudayaan Kulonprogo akan menggelar pentas kethoprak dengan tema “Joko Wasis, Joko Bodho”. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, bertempat di Balai Kalurahan Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo, DIY, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

 

Pentas kethoprak ini menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya Jawa di tengah arus modernisasi. Kehadiran seni tradisi seperti kethoprak diharapkan mampu memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menjadi hiburan yang mendidik.

 

𝙆𝙚𝙝𝙖𝙙𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙏𝙤𝙠𝙤𝙝 𝙋𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜

Menariknya, acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai pemain tamu, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati, Dandim 0731, Kapolres, serta Kajari Kulonprogo. Kehadiran mereka di panggung kethoprak tentu menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian seni tradisi.

Baca Juga:  Messi Kembali Jadi Penyelamat! Argentina Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

 

𝙎𝙚𝙣𝙞𝙢𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝘽𝙞𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙖𝙢𝙪

Selain itu, pentas ini juga akan menampilkan seniman kethoprak terkenal sebagai pemain inti. Tidak ketinggalan, dua bintang tamu yang sudah akrab di telinga pecinta kethoprak, yakni Ari Purnomo dan Rio Srundeng, akan turut memeriahkan jalannya pertunjukan. Kehadiran mereka diyakini mampu memberikan nuansa segar sekaligus meningkatkan antusiasme penonton.

 

𝘼𝙟𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙈𝙖𝙨𝙮𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖𝙩

Dinas Kebudayaan Kulonprogo mengundang masyarakat luas, khususnya para pecinta seni kethoprak, untuk hadir dan menyaksikan pertunjukan ini. Pentas kethoprak bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan, kebijaksanaan, serta filosofi Jawa yang mendalam.

Baca Juga:  YCMI Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bazar Amal untuk Warga Kurang Mampu

 

𝙇𝙚𝙨𝙩𝙖𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝘽𝙪𝙙𝙖𝙮𝙖 𝙅𝙖𝙬𝙖

Di tengah derasnya arus globalisasi, keberadaan kethoprak menjadi simbol bahwa budaya Jawa tetap hidup dan relevan. Melalui pentas ini, masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya menjaga warisan leluhur agar tidak terkikis oleh zaman.

 

Dengan tema “Joko Wasis, Joko Bodho”, pertunjukan ini diharapkan mampu memberikan pesan moral yang kuat sekaligus hiburan yang mengesankan. Dukungan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seniman menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kulonprogo. (Sukardi)

Penulis: SukardiEditor: Arman