Di Juluki Pahlawan Penyelamat Al Qur’an, K.H As’ad Humam Pelopor metode cepat membaca Al Qur’an (Iqro’)

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Sosok. – Tidak semua orang yang memberi manfaat besar bagi umat lahir dari kehidupan yang mudah.

Sebagian dari mereka justru berjuang dari keterbatasan yang bahkan tak pernah kita bayangkan.

 

Begitulah kisah K.H. As’ad Humam.

 

Beliau dikenal sebagai pelopor metode Iqro, cara belajar membaca Al-Qur’an yang cepat dan mudah dipahami. Metode yang hari ini dipakai jutaan orang di berbagai negara—Indonesia, Malaysia, hingga Brunei Darussalam.

 

metode besar itu lahir dari kegelisahan seorang lelaki sederhana yang melihat banyak orang kesulitan belajar membaca Al-Qur’an dengan cara lama yang terasa rumit dan memakan waktu.

Baca Juga:  Aetozee Aesthetic Hadirkan Promo “Lebaran Glowing”, Tawarkan Perawatan Kulit dengan Harga Spesial

 

Hidupnya sendiri jauh dari kata mudah.

 

Ia bahkan tidak menyelesaikan pendidikannya.

Untuk menyambung hidup, beliau hanya berdagang perhiasan imitasi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

 

Sejak remaja, beliau juga menderita penyakit tulang belakang yang membuat tubuhnya membungkuk.

Untuk berjalan saja, beliau harus bertopang pada tongkat.

 

dengan tubuh yang rapuh dan keterbatasan hidup, beliau tetap memikirkan bagaimana umat bisa lebih mudah membaca Al-Qur’an.

Baca Juga:  Hardiknas 2026, Cak Nur: Pendidikan Bukan Sekadar Ilmu, tapi Politik Kelas Tinggi

 

Semangatnya tidak pernah padam.

Kesabarannya tidak pernah habis.

 

Dari perjuangan itu lahirlah metode Iqro—sebuah Warisan ilmu yang sampai hari ini membantu jutaan orang belajar membaca Al-Qur’an.

 

K.H. As’ad Humam wafat pada Februari 1996.

 

Beliau tidak meninggalkan harta melimpah.

Namun beliau meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga.

 

amal jariyah yang terus mengalir setiap kali seseorang belajar membaca Al-Qur’an dengan metode Iqro.

 

setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dilantunkan, pahalanya terus mengalir untuk beliau. (Joe)

Penulis: JoeEditor: Arman