MITRANEWS, Indramayu. – Peringatan Milad Syaykh Panji Gumilang berlangsung khidmat dengan menghadirkan rangkaian sambutan dari berbagai tokoh nasional. Acara ini menjadi ruang silaturahmi lintas sektor, mulai dari akademisi, militer, pemerintahan, hingga tokoh agama.(31/7/2026).
Acara dibuka dengan Sambutan Perwakilan Keluarga dari Jawa Timur yang disampaikan oleh Bapak Kyai Luthfi Khudori.
Sesi Ungkapan dari Sahabat menghadirkan 11 tokoh. Di antaranya Bapak M. Nurdin Abu Tsabit, S.Sos., M.A.P., Bapak Sjafruddin Ahmad, S.H., M.H. selaku Perwakilan Wali Pelajar Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn.) Kivlan Zen selaku Kepala Staf Kostrad 1996–1997 dan Dosen IAI AL AZIS, Drs. Ch. Robin Simanullang Wartawan Senior Majalah Tokoh Indonesia, Drs. Nasrun Mahmud, M.Pd. Dosen UIN Syarif Hidayatullah, hingga Dr. Ir. Bagus Priyo Purwanto, M.Agr. dari IPB University.
Dari kalangan akademisi hadir pula Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H. Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sementara dari unsur kebangsaan dan lintas iman hadir Ir. Ilham Aidit Pendiri FSAB, Dr. Antonius Natan, M.Th. dari PGI, Pdt. Wim Wairata, M.Th. Ketua Umum LPMI, dan Bapak Coach James Jamal Praktisi Kebugaran.
Pada sesi Pesan-pesan Ulang Tahun, hadir Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S. Rektor dan Gubernur IPDN, Dr. Sultan AMH Andrian Sulaiman, S.T., M.B.A. King of Nusantara Sultan Paser XVIII dari Kesultanan Paser Kalimantan Timur, serta Prof. Connie Rahakundini Bakrie, M.Si. Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University dan Pengamat Pertahanan.
Puncak acara diisi Orasi Ilmiah oleh Dr. (H.C.) Gita Irawan Wirjawan, B.B.A., M.B.A., M.P.A. Chairman & Founder Ancora Group, Mantan Menteri Perdagangan RI 2011–2014.
Acara ditutup dengan Sambutan dan Do’a oleh Drs. Amich Alhumami, M.A., M.Ed., Ph.D Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas 2022-2025, serta Ucapan Syukur dari Syaykh AS. Panji Gumilang, S.Sos., M.P.
Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang ini menunjukkan bahwa Milad Syaykh menjadi momentum memperkuat persatuan, kebangsaan, dan nilai toleransi antar umat. (Sastra)












