MITRANEWS, Jakarta. – Bermain merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Melalui aktivitas bermain, anak belajar mengenal lingkungan, membangun keterampilan sosial, mengembangkan kemampuan fisik, serta memperkuat aspek emosional dan kognitif. Namun, bermain di sekitar rumah tidak selalu berarti anak berada dalam kondisi yang sepenuhnya aman.
Berbagai kejadian yang terjadi belakangan ini mengingatkan kita bahwa lingkungan yang terlihat akrab dan dekat tetap dapat menyimpan potensi risiko. Area seperti jalan raya, saluran air, sungai, rel kereta api, lahan kosong, bangunan yang belum aman, hingga penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat menjadi sumber bahaya bagi anak.
Oleh karena itu, peran orang tua dan keluarga sebagai pengawas utama sangat penting untuk memastikan anak dapat bermain, belajar, dan beraktivitas dengan aman. Pengawasan bukan berarti membatasi ruang eksplorasi anak, melainkan memberikan pendampingan yang tepat agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
Langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua antara lain mengetahui lokasi anak bermain, mengenal teman bermain dan orang tua mereka, memastikan area bermain aman, menyepakati waktu pulang, serta membiasakan anak untuk selalu berpamitan sebelum keluar rumah. Selain itu, penting pula untuk mengajarkan anak menghafal nomor darurat atau kontak keluarga, membatasi penggunaan gawai secara bijak, serta mendorong lebih banyak aktivitas fisik dan interaksi bersama keluarga.
Di era digital dan perkembangan lingkungan yang semakin dinamis, membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan anak. Kebiasaan positif yang dibangun sejak dini akan membantu anak memahami pentingnya menjaga diri, mengenali risiko, dan mengambil keputusan yang lebih aman.
Melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), pemerintah mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak, dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
Apabila orang tua atau keluarga membutuhkan informasi maupun konsultasi terkait pengasuhan (parenting), manfaatkan layanan konsultasi keluarga dan perlindungan anak yang tersedia di wilayah masing-masing.
Mari mulai dari rumah. Karena keselamatan anak bukan hanya tentang seberapa dekat mereka bermain, tetapi juga tentang seberapa hadir kita dalam mendampingi, mengawasi, dan melindungi mereka setiap hari. (Kunendi)












