Berita  

Suami Korban Kecelakaan diperlintasan JPO Skywalk Tegar Beriman Adukan Lubang Manhole ke Dinas PU, Minta Penanganan dan Bantuan Medis

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Bogor. – Tragedi kecelakaan di bawah perlintasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Skywalk Tegar Beriman, Pakansari, Cibinong, menyisakan duka dan pertanyaan. M. Ibrahim, suami dari Fenny, korban kecelakaan tunggal bersama putrinya pada 2 Juni 2026, berupaya mencari kejelasan pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas publik tersebut.

 

Didampingi adiknya, Sofyan, dan awak media, M. Ibrahim mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bogor pada 4 Juni 2026. Kedatangannya untuk mempertanyakan dampak keberadaan lubang di jalur JPO yang menyebabkan istrinya terjatuh, mengalami luka parah, dan tidak sadarkan diri.

“Jika lubang ini dibiarkan tanpa tindakan, maka bukan tidak mungkin akan ada korban berikutnya. Kami hanya ingin kejelasan dan kepastian agar fasilitas umum benar-benar aman digunakan,” ujar M. Ibrahim dengan suara bergetar.

 

Klarifikasi dari Penanggungjawab Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan

Baca Juga:  Kerja Sama Berskala Besar, AsMEN dan FKI Siap Bayar Hutang Negara

Kedatangan keluarga korban diterima di Gedung Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah Cibinong, di bawah naungan Dinas PU Kabupaten Bogor. Mochmad Reza Syaifulloh mengantar mereka menemui Kepala UPT, Aldino.

 

Aldino menjelaskan bahwa lubang tersebut merupakan manhole Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berfungsi untuk inspeksi, kontrol dan perbaikan jaringan pipa air milik PDAM.

 

Menanggapi pertanyaan awak media mengapa manhole berada di perlintasan JPO, Aldino mengungkapkan:

“Posisi awalnya memang berada di pinggir jalan dan tidak berubah. Namun, adanya pelebaran jalan di area JPO menyebabkan manhole tersebut kini berada di tengah jalur lintasan. Manhole PDAM tersebut berada di area rumija jalan, secara peraturan semua pihak yang manfaatkan rumija jalan dalam hal ini PDAM harus menjaga spesifikasi teknis untuk memastikan keberadaan aset manhole milik mereka tidak membahayakan pengguna jalan, bisa ditinggikan elevasinya / dipindahkan posisinya jika memungkinkan”.

Baca Juga:  Peluncuran Timezone Ke-dua di Summarecon Villagio Outlets Karawang 31 Game Baru 

 

Atas kejadian ini, pihak Dinas Pekerjaan Umum menyarankan agar pihak korban membuat aduan kepada pemilik manhole (PDAM Tirta Kahuripan) terkait kecelakaan yang diakibatkan oleh keberadaan manhole yang memiliki elevasi tidak sejajar dengan badan jalan tersebut agar dapat segera didapatkan titik tengahnya.

 

Empati untuk Korban, Harapan untuk Tindakan Nyata

Fenny saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS.Sentra Medika rujukan dari RS Trimitra akibat luka memar di wajah, pendarahan dari hidung, dan trauma. Putrinya juga mengalami luka lecet di pelipis. Beban medis dan psikologis yang ditanggung keluarga tentu tidak ringan.

 

Permohonan aduan dari keluarga korban adalah jeritan hati agar ada tanggung jawab, perbaikan cepat, dan kepedulian nyata dari pihak terkait.

Baca Juga:  Peringatan HUT ke 81 RI, Kemenag dan Densus 88 Hadiri Upacara di SMP IT Al Izzah Bekasi

 

Kami mengajak Pemerintah Kabupaten Bogor, Dinas PU, dan PDAM Tirta Kahuripan untuk menerima dan menindaklanjuti aduan keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik serta Memberikan bantuan medis kepada Fenny dan putrinya sebagai wujud empati negara kepada warganya.

 

(Irwandi)