Hidayatullah : “Jokowi Jangan Buru-buru Tetapkan New Normal”

0
159

MEDAN – MITRANEWS : Anggota DPR RI Hidayatullah, SE meminta agar Presiden Jokowi tidak terburu-buru menetapkan kondisi New Normal sebelum ada evaluasi kondisi sebenarnya pandemi Covid-19. Hal itu dikatakan Hidayatullah kepada Mintranews usai bersilaturrahim dengan lima pengurus BKM Kwala Bekala, Medan Johor, Sabtu (30/05/2020). Saat ini anggota Fraksi PKS DPR RI ini sedang menjalani reses masa sidang ketiga tahun 2020 yang dimulai tanggal 31 Mei sampai dengan 10 Juni 2020. Hari pertama, Hidayatullah langsung menghadiri pertemuan dengan warga di tiga tempat berbeda, yakni di Medan Johor, Medan Deli dan Medan Labuhan.
Menanggapi kebijakan pemerintah tentang tatanan kehidupan baru atau new normal, Hidayatullah meminta pemerintah jangan terburu-buru menyusun protokol tatanan kehidupan baru atau new normal sebelum betul-betul diketahui kondisi pademi Covid-19 ini sebenarnya.
Kebijakan New Normal yang dicanangkan Presiden Jokowi diduga hanya untuk merespon kondisi ekonomi selama pendemi corona tanpa memikirkan dampak lainnya.
Menurut Hidayatullah, protokol tentang New Normal itu pun harus dirumuskan secara rinci sehingga tidak membuat rakyat bingung. Pemerintah harus mengacu pada ketentuan-ketentuan yang diwajibkan WHO sebelum menerapkan New Normal. “Harus jelas kemampuan negara mengendalikan transmisi virus corona, kemampuan rumah sakit melakukan pengujian sampel serta kemampuan rumah sakit dalam menangani setiap kasus baru, “ kata anggota Komisi XI DPR RI ini lagi.
Disamping itu menurut Hidayatullah, pemerintah perlu menjelaskan kepada rakyat posisi Indonesia sebenarnya dalam pandemi Covid-19 ini, tepatnya dimana dalam kurva pendemik Covid 19 dan pemerintah harus tahu prediksi perkembangan Covid-19 ke depan.
Di dalam protokol New Normal itu harus dijelaskan skenario dan simulasi apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba ada gelombang baru penyebaran virus corona.
“Kalaupun ingin menerapkan New normal harusnya dimulai dari wilayah zona hijau menuju fase tatanan normal baru mungkin masuk akal. Jika tidak bisa menjadi bencana nasional luar biasa bagi seluruh negeri ini, kita berharap dan berdoa agar Allah segera mengakhiri wabah ini,” ujar Hidayatullah.
Saat kondisi Covid-19 terus mewabah tentu masyarakat kelas menengah ke bawah akan sangat merasakan dampaknya terutama rakyat kecil, pelaku UMKN, pegawai lepas, buruh, petani dan nelayan serta pengemudi moda transportasi seperti betor dan angkot, juga para ustadz, guru ngaji, pengurus masjid dan sebagainya. Merekalah yang merasakan sekali penurunan penghasilan, sehingga tidak tertutupi kebutuhan hidup sehari hari. Kita tidak tahu pendemi ini kapan akan berakhir, dalam kesempatan reses inilah, kami sebagai wakil rakyat akan menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan dimasukkan dalam agenda sidang untuk bahan pertimbangan pemerintah mengambil kebijakan. (*)

Reporter:
Abdul Aziz
Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here