Medan | Kondisi perekonomian dirasakan semakin sulit oleh masyarakat kota Medan, ditambah kebutuhan hidup semakin banyak, peningkatan harga kebutuhan pokok tidak terbendung. Satu kebutuhan pokok adalah sabun cuci piring dan pewangi pakaian maka Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan melakukan kemitraan dengan mengenalkan prodak non-pabrikan kepada para anggota Ranting Aisyiyah Dwikora Medan Helvetia.
Hal ini dikatakan Ketua Tim Pengusul Program Kemitraan Pengembangan (PKM) Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, Linzzy Pratami Putri, SE, MM didampingi anggota tim, Lila Bismala, ST, MSi Utami, SP, MP dan Dra. Lailan Safira, M.Si kemarin kepada mitranews.com di kampus UMSU Medan.
Menurut LINZZY Pratami Putri sudah banyak penghasil produk sabun cuci piring dan pewangi pakaian rumahan, tetapi belum dikenal baik masyarakat karena masih mengkonsumsi produk dari pabrikan besar. Masyarakat sebenarnya memiliki kemampuan memproduksi produk konsumsi tersebut. Untuk itu PKM UMSU Medan bermitra dengan Aisyiyah Ranting Medan Helvetia untuk memasyarakatkan sabun cuci piring dan pewangi pakaian non-pabrikan.
“Hanya gaya hidup masyarakat menyebabkan lebih menyukai mengkonsumsi produk konsumsi pabrikan. Untuk itu PKM UMSU bermitra agar mampu membuat sabun cuci piring dan pewangi pakaian dan menambah pendapatan,” kata Lila Bismala anggota tim pengusul menanbahkan.
Lila Bismala menilai ibu-ibu pengajian merupakan kelompok produktif tetapi belum memiliki kegiatan produktif. Untuk itu dilakukan pemberdayaan para Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan pewangi pakaian untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Kendala selama ini masih kurangnya tingkat partisipasi IRT dalam kegiatan ekonomi kreatif. Rendahnya pendapatan sehingga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ketergantungan masyarakat akan produk hasil pabrikan padahal memiliki kemampuan memproduksinya.
Tujuan dari PKM UMSU Medan dalam melakukan pengabdian untuk memberdayakan IRT atau para anggota pengajian Ranting Aisyiyah Medan Helvetia sehingga memilliki kemandirian dan sejahtera secara ekonomi. Disamping tujuan khususnya untuk meningkatkan tingkat partisipasi ibu-ibu rumah tangga dalam kegiatan ekonomi kreatif. Meningkatkan taraf hidup (perekonomian) dengan menggerakkan, memotivasi dan menciptakan wirausaha baru berbasis kearifan lokal.
“Selain melakukan pengajian mereka juga memiliki kegiatan produktif. Untuk itu kita motivasi melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga, untuk menginisiasi kegiatan ekonomi dengan memproduksi produk sabun cuci piring dan pewangi pakaian sehingga mampu mengalahkan dominasi produk pabrikan serupa,” kata Ketua Pengusul PKM Linzzy Pratami Putri.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak Mei 2018 dan akan berakhir hingga Desember 2018 dengan melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan pewangi pakaian, pelatihan tentang strategi pemasaran dan penyusunan laporan keuangan, sehingga pemasaran dapat lebih optimal dan mitra mampu mengevaluasi usahanya secara berkala.
Disamping itu juga melakukan penyusunan jadwal kegiatan pemasaran produk pada sekitar wilayah produksi. Kecamatan Medan Helvetia merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan Kelurahan Dwikora memiliki potensi pasar yang baik. Untuk itu anggota pengajian Aisyiyah Ranting Dwikora Medan Helvetia bisa memanfaatkannya.
Dari observasi PKM UMSU Medan saat ini masyarakat belum produktif merasa tingginya harga barang konsumsi sangat memberatkan. Disamping itu muncul keprihatinan produk pabrikan sangat menguasai pasar, padahal masyarakat memiliki kemampuan dalam memproduksi produk serupa.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan ibu-ibu pengajian,” kata Lila Bismala.
Sementara itu Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Dwikora Medan Helvetia, Juliaty sangat berterima kasih dengan program kemitraan masyarakat dari UMSU Medan. Menurutnya apa yang dilakukan sangat bermanfaat buat masyarakat. Sudah tentu ilmu yang diperoleh anggota pengajian bertambah.
“Kini ibu-ibu pengajian anggota Aisyiyah Dwikora Medan Helvetia sudah memiliki kegiatan yang positif dan sekaligus membuka peluang usaha untuk keluarga,” kata Yuliaty menandaskan.

Reporter
M. Iqbal Syaanggi

Editor
Fadmin P Malau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here