Pabrik Mancis Meledak, 30 Orang Diperkirakan Tewas Terpanggang

0
88

LANGKAT – MITRANEWS: sebuah pabrilk memproduksi mancis atau korek api gas meledak dan menewaskan sekitar 26 orang pekerja dan 4 orang anak kecil yang diduga ikut orangtuanya bekerja.

Pabrik mancis yang berlokasi di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun II Desa Sambirejo, Binjai Utara, itu tiba-tiba meledak dan terbakar menjelang umat Islam Sholat Jumat, 21/06/2019 siang.

“Benar, terjadi kebakaran di Sambirejo sekitar pukul 12.00 WIB. Kami baru mendapat laporan dari camatnya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Langkat, Irwan Syahri, kepada wartawan.

Saat kejadian, di pabrik itu jumlah pekerja sebanyak 26 orang. Namun aparat baru menerima laporan korbanvtewas 21 orang. Namun ia belum bisa memasikan hal itu karena masih informasi awal.

Selain pekerja yang umumnya kaum perempuan juga diduga terdapat 4 orang anak-anak yang ikut dengan orangtuanya.

Rata-rata pekerja yang tewas itu adalah ibu-ibu yang juga ada yang membawa anaknya. Kebakaran yang melanda rumah yang merangkap sebagai pabrik mancis itu diduga akibat ledakan tabung gas.

Akibatnya api langsung menyambar hingga menghanguskan rumah itu. Puluhaan pekerja yang berada di dalam rumah tidak sempat keluar, akibatnya semuanya tewas terpanggang.

Seluruh korban, katanya, ditemukan di dalam sebuah ruangan di Pabrik Korek Api itu dengan kondisi luka bakar dan tidak bisa dikenali jasadnya.

Aparat Kepolisian Resor Langkat sudah turun ke lokasi dan mengevakuasi korban untuk dibawa rumah sakit terdekat. “Korban dilaporkan sulit dikenali,” sebut Irwan.

Namun, BPBD Langkat masih menyiapkan upaya evakuasi para korban. Mereka mengupayakan untuk mendatangkan kantong mayat. Karena jumlahnya yang diperkirakan tewas banyak, BPBD juga butuh banyak kantong mayat, sehingga perlu bantuan dari BPBD Sumatera Utara.

Pipit, 29 tahun,seorang pekerja yang selamat bersama tiga rekannya Ayu Anita Sari, 29 tahin, Ariyani, 30 tahun, Nurasiyah, 24 tahun yang sama-sama warga Dusun II Sambirejo, Binjai Utara, mengungkapkan, mereka selamat karena sedang keluar pabrik untuk makan siang. Tak lama kejadian, suara ledakan terdengar dari arah pabrik mancis.

“Kawanku, kawanku, semua habis. Mana semua kawanku itu di dalam? Semua kawanku habis,” katanya dengan berderai air mata.

“Aku pikir tiga kawan ini masih di dalam. Semua habis kawanku,” jeritnya histeris.

Api baru dapat dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Langkat dan tiga unit milik Pemkot Binjai tiba di lokasi.

Zulkifli salah seorang warga menjelaskan, pemandangan dengan puluhan mayat bergelimpangan sungguh menyayat hati. Mayoritas pekerja berasal dari warga desa tersebut, namun ada juga yang berasal dari Stabat dan Kota Binjai. (*)

Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here