Dewan Pengawas DPP IMO-Indonesia Minta Grasi Kepada Susrama Dievaluasi

0
51

JAKARTA | DEWAN Pengawas DPP Ikatan Media Online Indonesia atau yang lebih dikenal dengan IMO-Indonesia minta agar pemberian gradi jepada otak pembunuh wartawan Susrama dievaluasi.

IMO-Indonesia merasa prihatin atas permasalahan yang menyita perhatian publik khususnya masyarakat pers Indonesia prihal rencana pemberian grasi kepada Susrama.

Hal itu dikatakan Dewan Pengawas IMO-Indonesia, Tjandra Setiadji SH, MH di Jakarta Sabtu, (26/01/2019).

Tjandra meminta pemberian grasi jepada Susrama untuk dievaluasi karena grasi tersebut menjadi insiden buruk untuk publik.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah berencana untuk memberikan grasi pembunuh wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa pada 2009 lalu. Proses hukum terhadap pembunuhan tersebut telah berahir pada vonis hukuman mati kepada pelaku.

Alasan Andy sapaan akrab Tjandra meminta evaluasi itu karena pemberian grasi akan menjadi pemula dan menutup pintu kebebasan pers.

“Rakyat berjuang untuk meraih kemerdekaan pers, menjadi dunia terbuka, jangan sampai fenomena ini menjadi awal kembalinya dunia gelam tersebut,” terang Andy.

Andy sadar bahwa pemberian grasi itu sebenarnya hak setiap narapidana. Tetapi Andy menilai untuk kasus tersebut menyangkut masalah masa depan demokrasi.

“Tinjauan hukumnya sah-sah saja, tetapi ini menyangkut masalah masa depan bangsa yang sudah mendapat hadiah demokrasi yang sudah sangat terbuka,” jelas Andy yang juga praktisi hukum itu.

Oleh karenanya, lanjut Andy, sebelum final jalan terahir adalah pemerintah harus melakukan evaluasi.

“Sebelum masyarakat pers merasa kecewa terlalu jauh maka wajib dievaluasi,” sergah Andy.

Kalau tidak, Andy menilai dunia pers akan mengalami kemunduran. “Demokrasi mundur kalau ini dipaksakan,” pungkas tokoh kelahiran Bagan Siapi-Api ini. (*)

Sumber:
Pressreleasse DPP IMO Indonesia

Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here