Dekan Faperta UMSU, Ir. Asritanarni Munar, MP: Kunjungan Lapangan Pengayaan Ilmu Pengetahuan Mahasiswa

0
251

Medan | Kunjungan lapangan (Fieldtrip) bagi Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk pengayaan ilmu pengetahuan setelah selesai melaksanakan ujian semester di kampus.
Hal itu dikatakan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan Ir. Asritanarni Munar, MP Selasa (17/7/2018), ketika rombongan kunjungan lapangan (Fieldtrip) mahasiswa beserta dosen diterima Kepala Balai UPT Benih Induk Hortikultura Kuta Gadung Berastagi, Lambok Turnip diwakili Kepala Seksi Produksi Sabar Pintu Batu.
Dekan Faperta UMSU Medan, Ir. Asritanarni Munar, MP mengatakan kunjungan lapangan atau fieldtrip bagi para mahasiswa Faperta UMSU Medan sudah menjadi bagian dari proses belajar mengajar di fakultas pertanian dan sebagai sarana pengayaan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa.
“Mendengar seratus kali akan jauh lebih baik dengan melihat sekali maka kunjungan lapangan bagi mahasiswa pertanian akan memantapkan ilmu pengetahuan yang diterima para mahasiswa dari para dosen,” kata Asritanarni Munar, MP menegaskan.
Menurutnya para mahasiswa Program studi (Prodi) Agribisnis yang meninjau Balai UPT Benih Induk Hortikultura bisa melihat langsung benih hortikultura yang nantinya dikembangkan para petani dan muaranya kepada konsumen (masyarakat) untuk mensejahterakan ekonomi para petani tanaman hortikultura.
“Para mahasiswa Agribisnis harus mengetahui produksi hortikultura yang hulunya dari benih dan benih ditanam para petani menghasilkan produksi pertanian serta selanjutnya dijual ke pasar. Agribisnis tekanannya kepada penjualan hasil produksi pertanian,” kata Dekan Faperta UMSU Medan.
Untuk itu diharapkannya para mahasiswa melakukan kunjungan lapangan memanfaatkan semaksimal mungkin kunjungan dengan banyak bertanya, menganalisa apa yang dilihat sehingga pengetahuan mahasiswa tentang agribisnis semakin mantap.
Kepala Balai UPT Benih Induk Hortikultura Kuta Gadung Berastagi, Lambok Turnip diwakili Kepala Seksi Produksi Sabar Pintu Batu mengucapkan terima kasih atas kunjungan para mahasiswa agribisnis Faperta UMSU Medan beserta para dosen ke Balai Benih sebab bisa membantu dalam penyebaran informasi tentang benih tanaman hortikultura kepada masyarakat petani dan masyarakat umum.
Sabar Pintu Batu mengatakan Balai Benih yang ada itu telah ada sejah zaman Belanda dan diteruskan sampai kini dan dari Balai Benih tanaman Hortikultura itu sebagai pemasok benih tanaman hortikultura untuk 6 kabupaten di Sumatera Utara.
Berbagai benih tanaman hortikultura dikembangkan seperti wartel, bawang merah, capri, jeruk, kentang dan tanaman hias. “Saat ini Balai Benih Kuta Gadung berkonsentrasi untuk pengembangan benih tanaman hortikultura kentang,” kata Sabar Pintu Batu menegaskan.
Diakuinya berbagai hasil penelitian benih tanaman hortikultura sudah dihasilkan para peneliti yang ada di balai benih dan terus dikembangkan mengingat dari segi bisnis benih tanaman hortikultura sangat menjanjikan.
Dikatakan Sabar Pintu Batu yang didamping para staff dan peneliti bahwa Balai Benih
memiliki lahan percobaan untuk menghasilkan benih berkualitas dan mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
“Sangat tepat para mahasiswa fakultas pertanian UMSU Medan melihat apa yang ada di balai benih tanaman hortikultura dan memang sudah setiap tahun datang ke Balai Benih dan itu sangat baik,” kata Sabar Pintu Batu.
Para mahasiswa Faperta UMSU Medan sebanyak 166 orang mahasiswa melakukan kunjungan lapangan dipandu para peneliti balai benih hortikultura pada bidangnya masing-masing dan didampingi para dosen Faperta UMSU Medan, Ir. Alridiwirsah, MM, Ir. Arrohumiaty, Juita Rahmadhani, M, SP, Ir. Fadmin Malau, Sasmita Siregar SP, Aisar Novita SP, Aflahum Fadhly Siregar SP, Mukhtar Yusuf SP, Rini Susanti SP, Nurhajijah SP, Leni Anggraini SP, Ratna S Pasaribu SP, Chairul Nisa Amd dan lainnya.
Dari Hulu Hingga Akhir
Para mahasiswa Faperta UMSU Medan melakukan kunjungan mendapat penjelasan tentang benih tanaman hortikultura G0, G1, G2, G3, G4 dan sampai proses pelepasan benih ke lapangan yang siap dipergunakan para petani tanaman hortikultura pada 6 kabupaten di Sumatera Utara.
Para staf peneliti di balai benih tanaman hortikultura itu menjelaskan tentang proses pengadaan benih yang berkualitas dengan mengikuti proses standar prosedur yang diakui secara internasional agar benih yang dihasilkan berkualitas sebab dari benih berkualitas menghasilkan tanaman yang berkualitas.
Dijelaskan untuk mencari benih berkualitas tidak mudah, harus mengikuti prosedur standar yang diakui dan tidak ada pilihan harus diikuti dengan baik agar bisa menghasilkan benih yang baik. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang hama dan penyakit dominan pada benih tanaman hortikultura serta cara penanganannya yang tepat.
Untuk itu Balai Benih Kuta Gadung tidak main-main dalam menangani masalah hama dan penyakit pada benih sebab bila tidak ditangani dengan baik dan benar sangat membahayakan benih, “Penanganannya harus cepat dan tepat, tidak bisa main-main. Tidak sama tanaman yang sudah ditanam dalam penanganan. Harus lebih cermat dan tepat,” kata Sabar Pintu Batu menegaskan.
“Para mahasiswa yang melakukan kunjungan lapangan Balai Benih Kuta Gadung diharapkan bisa mendapat pengetahuan tentang pentingnya benih untuk agribisnis karena dengan menguasai hulu atau benih maka bisa memenangkan hilir atau pasar hasil produksi pertanian,” kata Ir. Alridiwirsah MM mantan Dekan Faperta UMSU Medan yang ikut dalam kunjungan lapangan itu. @

Reporter:
M. Iqbal Syaanggi M

Editor:
Fadmin Malau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here