Kantor Abu Tours Tutup, Nova dan Febri Gagal Umroh

0
153

MEDAN — Dua orang calon jemaah umroh biro perjalanan umrah Abu Tour, Nova Harahap dan Febri Harahap mengaku gagal berangkat umrah akibat kantor Abu Tour mendadak tutup. Hal itu dikatakan kedua bersaudara itu kepada wartawan di Medan, Selasa (20/2/2018).

Febri menduga ada sekitar 400 orang calon jemaah umrah Abu Tour yang bakal batal berangkat. Febri dan Nova pun menunjukkan dokumen pembayaran umroh milik mereka, Selasa (20/2/2018).

“Inilah sedihnya. Sudahlah gagal berangkat umrah, saya pun kehilangan pekerjaan. Padahal saya dan keluarga sudah niat sekali untuk sama-sama ibadah umrah,” kata Febri Harahap sebagaimana dikutip Tribun Medan Online.

Febri gagal umroh karena merasa. ditipu agen travel Abutours yang beralamat di Jalan Abdullah Lubis, Medan. Tiba-tiba saja kantor agen travel itu tutup dan para pimpinannya tidak bisa dihubungi.

Mirisnya, Febri ikut kehilangan pekerjaannya. Warga Pasar VII Medan Tembung ini sebelumnya
bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Mitra Medika Tembung, Medan. Karena ingin umroh bersama kakak, ayah dan ibunya, Febri sempat mengajukan resign dari rumah sakit tempatnya bekerja.

“Umroh itukan butuh waktu dua minggu. Karena bekerja, saya sempat ajukan cuti. Namun, karena dalam aturannya tidak boleh cuti lama, saya pun resign dari pekerjaan demi umroh,” ujar Febri.

Sesuai jadwal perjanjian dengan travel Abutours, ia akan bertolak ke tanah suci Kamis (22/02/2018). Namun belakangan, pihak Abutours lepas tanggung jawab. Kantor yang berada di Jalan Abdullah Lubis, Medan mendadak tutup. Febri dan Nova Harahap (28), kakaknya, sudah berulangkali datang ke kantor Abutours Cabang Medan. Sayangnya, tak satu pun pegawainya yang dapat ditemui.

Hingga berita ini dimuat, belum diperoleh konfirmasi. Pimpinan Cabang Abu Tours Medan, Anwar berulangkali dihubungi Tribun melalui telepon seluler, namun tak merespons. Dari seberang telefon hanya terdengar nada sambung Talbiyah, Labbaikkallah humma labbaik. Ketika kantornya di Jalan Abdullah Lubis Medan, disambangi, pintu dalam kondisi tertutup.

“Saya juga sudah berupaya menelefon pimpinan Abutours (Medan), Pak Anwar. Tapi beberapa kali tidak diangkat. Bahkan sekarang nomornya sudah tidak aktif,” ujar Kepala Bidang Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumut, Bahrum Saleh.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Moh Hatta sempat terkejut mendengar kabar ini. Apalagi, korbannya disinyalir mencapai ribuan orang sebagaimana informasi yang didengar salah satu korban.

Menyikapi masalah ini, Hatta meminta pemerintah segera turun tangan. Ia meminta agar kasus ini tidak berlarut-larut.

“Tentunya, kita berharap pemerintah ataupun kepolisian bisa menjembatani antara Abutours dan para calon jamaah. Diupayakan sebisa mungkin, uang calon jamaah yang sudah disetorkan itu dikembalikan. Kan kasihan, orang yang sungguh-sungguh berniat ingin ibadah malah ditipu oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” kata Hatta

Ia mengatakan, bagi masyarakat lainnya yang ingin menunaikan umroh harap lebih berhati-hati saat memilih travel perjalanan. Biarlah kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Setor Rp 64 Juta
Nova, kakak kandung Febri mengatakan, ia dan keluarga mendaftar di Abutours pada Juni 2017 silam. Saat itu, ia tergiur atas promo yang ditawarkan Abutours. “Jumlah uang yang saya serahkan Rp 64 juta lebih. Jadi, kami kan ada empat orang. Tiap orang setor Rp 16 juta,” kata Nova.

Setelah mendaftar Juni 2017 lalu, Nova dan keluarganya disarankan suntik vaksin meningitis pada Desember 2017 silam.

Ketika itu, Nova sempat bertanya kapan koper keberangkatan akan diberi. “Pegawai travel bernama Sri Rahayu cuma janji-janji. Waktu kami tanya, katanya nanti akan dikasih. Tapi sampai bulan Januari 2018, koper keberangkatan enggak juga diberikan,” kata wanita yang mengaku berprofesi sebagai wiraswasta.

Mulai kesal atas janji-jani, Nova dan adiknya kembali mendatangi travel Abutours di Jalan Abdullah Lubis pada pertengahan Januari 2018 lalu. Kala itu, pegawai Abutours bernama Sri Rahayu yang akrab disapa Ayu hanya memberikan pakaian ihram, dan beberapa suvenir.

Namun, Ayu tidak menjelaskan bagaiamana status keberangkatan Nova dan keluarganya. “Sudah kami tanya, katanya akan dikabari. Tapi sampai sekarang enggak ada juga informasinya,” ungkap Nova, padahal jadwal keberangkatan tinggal H-2 dari jadwal.

Singkat cerita, korban mulai sadar tertipu ketika ayahnya menonton tayangan televisi yang memberitakan Abutours Cabang Palembang dan Semarang sudah tutup.

Mereka yakin, Abu Tours Cabang Medan akan bernasib sama seperti kasus First Travel, perusahaan penyelenggara umroh yang saat ini menjalani persidangan kasus mirip penipuan ribuan jamaah.

“Ayah langsung minta saya ngecek ke Abutours. Saat kami cek, ya kantornya tutup seperti sekarang ini. Kami pun sudah coba hubungi pegawai namanya Ayu itu,” kata Nova.

Saat dihubungi, Ayu mengatakan Pimpinan Cabang Abutours Medan, Anwar telah melarikan diri. Belakangan, tak satu pun dari pihak Abutours yang dapat dihubungi.

“Ada nomor handphone terpampang di depan kantor ini. Waktu kami hubungi, ya enggak ada juga kejelasannya,” kata warga Pasar VII Medan Tembung ini sembari memperlihatkan pakaian ihram yang dibagikan Abutours. Karena merasa ditipu, korban berencana membuat laporan ke polisi. Namun, korban masih bingung apakah buat laporan ke Polsek Medan Baru atau ke Polda Sumut. (*)

Sumber :
Tribun Medan Online

Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here