Penembakan Massal Florida, Direktur FBI Didesak Mundur

0
207

WASHINGTON DC  — Direktur Biro Investigasi Federal ( FBI) didesak untuk mundur pasca-kasus penembakan massal di Florida Rabu (14/2/2018).

Pernyataan tersebut dikatakan oleh Gubernur Florida, Rick Scott, seperti dilansir Sky News Jumat (16/2/2018).

Scott berkata, dinas intelijen Amerika Serikat (AS) tersebut sebenarnya sudah mendapat kabar soal Nikolas Cruz, pelaku penembakan massal, sejak September 2017.

BuzzFeed News Kamis (15/2/2018) melansir, seorang YouTuber bernama Ben Bennight mengirim surel kepada FBI.

Dalam surel bertangga 24 September 2017 itu, Bennight melampirkan potongan komentar Cruz di kanal YouTube Bennight.

“Saya akan menjadi penembak sekolah yang profesional,” ujar Cruz dalam kolom komentar. FBI, beber Bennight, memang datang ke tempatnya keesokan hari untuk menanyai dirinya.

“Mereka bertanya apakah saya mengenal dia. Saya jawab tidak. Jadi, mereka mengambil salinan screenshot,” ujar Bennight.

Selain itu, pada 5 Januari lalu, seorang penelepon yang mengaku dekat dengan Cruz menelepon FBI tentang rencana Cruz bakal menyerang SMA Marjory Stoneman Douglas.

Dalam pernyataan resmi FBI, si penelepon menyediakan detil mengenai kepemilikan senjata Cruz, maupun keinginannya untuk membunuh orang.

“Dia juga memaparkan perilaku pelaku yang aneh, hingga potensi dia bakal menyerang SMA Marjory,” ujar FBI.

Pernyataan itu membuat Scott menyebut tindakan FBI tidak bisa diterima karena tidak memproses dua laporan tersebut.

Scott kemudian mendesak Christopher Wray untuk segera mengundurkan diri sebagai Direktur FBI.

“Sebuah permintaan maaf tidak akan membawa ke-17 korban tewas kembali ke keluarganya,” kecam Scott.

Adapun Wray mengaku telah menyampaikan penyesalannya karena tidak bertindak cepat sehingga jatuh 17 korban tewas, dan 15 orang terluka.

“Saya telah berbicara dengan pelaku dan korban. Saya menyesal karena banyak orang terdampak tragedi mengerikan ini,” ucap Wray.

Adapun Jaksa Agung AS, Jeff Sessions, memerintahkan agar prosedur penyelidikan FBI ditinjau ulang.

Sebelumnya, Cruz menembak SMA Marjory yang notabene adalah bekas sekolahnya.

Dia menggunakan perlengkapan militer seperti jaket anti-peluru, granat asap, dan senapan serbu semi-otomatis AR-15.

Kelompok supremasi kulit putih, Republik Florida (RoF) mengatakan kalau Cruz adalah anggota mereka, dan sempat menerima pelatihan paramiliter.

Kepolisian Parkland berkata, Cruz menaiki taksi online untuk memulai serangan, dan kabur dengan bergabung di antara murid-murid yang melarikan diri.

Cruz diketahui sempat mengunjungi gerai makanan cepat saji McDonald’s, dan Walmart sebelum dilacak oleh polisi.

 

Sumber :

Kompas.com

Editor :

Siti Aiysah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here