Berita  

Sambut HUT Kota Jakarta, Ketum AsMEN Sampaikan Gagasan Indonesia Bebas dari Beban Utang

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Jakarta. – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN), Nurkholis, menggagas gerakan kolektif bertajuk Asmen Peduli Bangsa sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi nasional dan membantu mengurangi beban utang negara. Gagasan tersebut disampaikan dalam acara “Lestari Bhinneka Tunggal Ika Menyongsong Lima Abad Kota Jakarta” yang mengusung tema “Satu Rasa Jaga Jakarta” di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

 

Dalam kesempatan itu, Nurkholis menilai besarnya beban utang dapat memengaruhi fokus pembangunan nasional. Menurutnya, dana negara yang selama ini dialokasikan untuk pembayaran kewajiban utang seharusnya dapat lebih banyak diarahkan untuk kepentingan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga:  Diduga Kriminalisasi Korban Lakalantas, Ratusan Aktivis & LBH Geruduk Polres Tangsel – Kasi Humas Menghilang

 

“Menurut kami, kalau orang punya utang, akhirnya tidak lagi memikirkan bagaimana caranya membangun. Karena itu kami punya gagasan bagaimana kalau Indonesia bisa dibebaskan dari segala utang yang ada,” ujar Nurkholis.

 

Melalui gerakan Asmen Peduli Bangsa, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota Asmen untuk memulai langkah nyata dari diri sendiri. Menurutnya, semangat gotong royong dan kontribusi kolektif dapat menjadi awal lahirnya gerakan yang lebih besar.

 

“Insya Allah kalau Asmen kompak dengan sembilan orang ini, ayo sama-sama. Contoh hari ini mau menyumbang berapa kepada negara? Artinya mulai dari diri kita, jangan mengandalkan orang,” katanya.

Baca Juga:  Sekjend AsMEN Bekasi: Idul Fitri Bukan Kembali Fitrah, Ini Penjelasannya

 

Nurkholis mengakui bahwa gagasan tersebut bukan hal yang mudah diwujudkan. Namun, ia meyakini bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Untuk memotivasi para peserta, pria asal Madura itu menyinggung sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit yang diawali dari pembukaan Hutan Tarik sebagai bukti bahwa sesuatu yang besar berawal dari upaya sederhana.

 

Pada kesempatan yang sama, Nurkholis juga mengajak insan pers dan komunitas jurnalis untuk tidak hanya berfokus pada kritik terhadap berbagai persoalan, tetapi turut mengawal serta menyebarluaskan gagasan yang dinilai dapat memberikan solusi bagi bangsa. (Imam Setiadi)

Penulis: Imam SetiadiEditor: Arman