Berita  

Buku Baru Sorot Pendidikan 3T sebagai Jalan Menuju Perdamaian dan SDGs

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Jakarta.– Sebuah karya akademik terbaru mengangkat isu krusial pendidikan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Indonesia. Buku berjudul _Dari Kelas Terpencil Menuju Masa Depan Berkelanjutan: Kontribusi bagi Perdamaian Dunia dan Pencapaian SDGs_ resmi diterbitkan oleh LAP Lambert Academic Publishing.

 

Senin 29 Juni 2026 buku ini disampaikan kepada presiden Republik Indonesia melalui sekretariat negara .

 

Buku ini ditulis oleh tiga akademisi, yaitu Prof. Dr. Paisal Halim, Prof. Dr. Syamsiah Badrudin, dan Prof. Dr. Dian Damayanti.

Fokus pada Kebijakan, Guru, dan Kurikulum.

Dalam bukunya, para penulis menyoroti tiga pilar utama untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah 3T. Ketiga pilar tersebut adalah penyelarasan kebijakan pendidikan, pemberdayaan guru, serta inovasi kurikulum yang kontekstual.

Baca Juga:  Ketua KORMI Kota Bekasi Buka Acara Fun Fest One for All dan Fun Bike di Kecamatan Jatisampurna

“Pendidikan di wilayah 3T bukan lagi sekadar isu pemerataan, tetapi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan,” demikian inti dari buku tersebut.

 

Kontribusi untuk SDGs dan Perdamaian Dunia.

Para penulis berargumen bahwa investasi pada pendidikan di daerah terpencil memiliki dampak berantai. Peningkatan kualitas pendidikan diyakini mampu menciptakan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan damai.

 

Baca Juga:  Rapimnas AWPI Fokus Bahas Kongres dan Mekanisme Organisasi

Upaya ini, menurut buku tersebut, merupakan kontribusi nyata terhadap pencapaian *Sustainable Development Goals (SDGs)*, khususnya Tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas. Secara metaforis, kontribusi tersebut bahkan dikaitkan dengan nilai setinggi *Nobel Perdamaian*, karena pendidikan dipandang sebagai jalan damai menuju dunia yang lebih baik.

 

Secara keseluruhan, buku ini ingin menegaskan satu pesan: *Pendidikan di wilayah terpencil adalah investasi strategis dan salah satu jalan paling penting menuju terciptanya masyarakat yang damai, adil, dan berkelanjutan di Indonesia.*

 

Buku ini diharapkan menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, akademisi, praktisi pendidikan, dan pegiat SDGs di seluruh Indonesia. (Sastra)

Penulis: SastraEditor: Arman