Berita  

Minggu Tanpa Sampah! Warga Bogor Barat Kompak Liburkan Truk Sampah, Ciptakan Lingkungan Bersih

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Bogor. โ€“ Ada yang beda di Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat setiap Minggu pagi. Jalanan lengang, udara lebih segar, dan tidak ada truk sampah yang wara-wiri. Bukan karena mogok, tapi karena seluruh warga sepakat, setiap Minggu libur buang sampah.

 

Gerakan bernama โ€œMinggu Resik Gunung Batuโ€ ini sudah jalan 4 bulan. Aturannya simpel: dari Sabtu malam jam 22.00 sampai Minggu malam jam 18.00, warga dilarang buang sampah ke TPS dan petugas kebersihan juga libur total.

โ€œAwalnya banyak yang protes. โ€˜Kalau sampah numpuk gimana? Bau dongโ€™,โ€ kata Pak Ujang, Ketua RW 05, Minggu 28 September 2026. โ€œTapi setelah dicoba, malah ketagihan. Senin pagi sampah nggak membludak, karena Sabtu kita udah beres-beres.โ€

 

*Kenapa harus Minggu?*

Lurah Gunung Batu, Ibu Siti Fatimah, menjelaskan 3 alasan utama:

 

1. *Kasih napas buat petugas*: Selama ini petugas angkut sampah kerja 7 hari nonstop. โ€œMereka juga manusia, butuh waktu sama keluarga. Hari Minggu mereka bisa libur penuh,โ€ ujar Bu Lurah.

Baca Juga:  Presiden Prabowo, Persatuan Ulama dan Umara Kunci Perdamaian dan Kebangkitan Bangsa

2. *Pangkas sampah 30%*: Data DLH, sejak program jalan, volume sampah Gunung Batu turun dari 8 ton/hari jadi 5,5 ton. Warga jadi mikir dua kali sebelum belanja plastik pas Sabtu-Minggu.

3. *Picu budaya pilah dari rumah*: Karena nggak bisa langsung buang, warga dipaksa nahan sampah organik 1 hari. Hasilnya? Mereka mulai kompos sendiri. โ€œLumayan, daun kering sama sisa sayur jadi pupuk buat tanaman di depan rumah,โ€ kata Bu Ika, warga RT 03.

 

*Caranya gimana biar nggak jorok?*

Ini trik warga Gunung Batu:

1. *Sabtu Bersih-Bersih*: Jam 16.00-18.00 jadi jam wajib beberes rumah. Sampah terakhir dibuang Sabtu malam jam 21.00.

2. *Bank Sampah Buka Sabtu Pagi*: Anorganik kayak botol, kardus, plastik langsung ditabung ke Bank Sampah โ€œBatu Berkahโ€. Minggu tutup.

3. *Komposter Emak-Emak*: 120 kepala keluarga udah punya komposter ember. Sisa nasi + kulit buah masuk situ. Nggak bau karena dikasih EM4.

4. *Patroli Remaja*: Karang Taruna keliling Minggu sore mastiin nggak ada yang nyolong-nyolong buang. Kalau ketahuan, dendanya traktir gorengan buat ronda.

Baca Juga:  Delapan Mahasiswa IAI Al Azis Jalani PPL di Studio AsMEN, Siap Asah Kompetensi Dunia Jurnalistik

 

*Hasilnya kerasa banget*

Dulu Jalan Raya Gunung Batu tiap Minggu siang bau karena TPS overload. Sekarang Minggu jadi waktu favorit anak-anak main sepeda. โ€œAdem, nggak ada lalat,โ€ kata Dika, 9 tahun.

 

Petugas kebersihan, Kang Asep, juga senyum lebar. โ€œAlhamdulillah bisa nganter anak sekolah Minggu. Dulu nggak pernah. Gaji tetap, tapi tenaga lebih seger pas Senin.โ€

 

DLH Kota Bogor bahkan mau jadikan Gunung Batu percontohan. โ€œKuncinya bukan di teknologi mahal, tapi di komitmen warga. Kalau 1 kelurahan bisa, kenapa 68 kelurahan lain nggak?โ€ kata Kepala DLH, Drs. Hendra Setiawan.

 

*Tantangan tetap ada*

Nggak semua mulus. Warung-warung yang buka Minggu sempat bingung buang sampah makanan. Solusinya: Kelurahan sediakan 2 kontainer khusus sampah warung yang baru diangkut Minggu malam jam 19.00 oleh petugas piket.

 

Pedagang sayur keliling juga diedukasi bawa kembali sampahnya. โ€œAwalnya repot, sekarang udah biasa. Malah dagangan lebih laku karena pembeli seneng lingkungannya bersih,โ€ kata Mang Dadang.

Baca Juga:  Indonesia Taklukkan Kamboja 5-1, Mitchell Baker Cetak Hattrick di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026

 

*Target selanjutnya*

Bu Lurah Siti bilang, bulan depan mau tambah program โ€œSenin Tanpa Plastikโ€. Jadi Senin warga belanja ke pasar harus bawa tas sendiri. Kalau Minggu libur buang sampah sukses, Senin giliran libur plastik.

 

Gunung Batu ngebuktiin: penanggulangan sampah nggak melulu soal armada dan anggaran besar. Kadang cukup 1 hari libur bareng, plus kemauan buat nahan nafsu konsumsi.

 

โ€œMinggu buat ibadah, buat keluarga, buat bumi juga. Masak iya sampah nggak bisa libur sehari?โ€ tutup Pak Ujang sambil nunjuk TPS yang kosong melompong. (Eddy)

Penulis: EddyEditor: Arman