Semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026, dari Sejarah Budi Utomo hingga Menjaga Tunas Bangsa

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Nasional. – Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai momentum penting lahirnya semangat persatuan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan. Peringatan ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga refleksi bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat nasionalisme di tengah perkembangan zaman.

 

Tanggal 20 Mei dipilih sebagai Hari Kebangkitan Nasional karena bertepatan dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Organisasi yang lahir dari para pelajar STOVIA di Batavia tersebut menjadi tonggak awal munculnya kesadaran nasional bangsa Indonesia untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan.

 

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pimpin Rapat Kabinet, Fokus pada Pertanian, Ekonomi, dan Pendidikan

Tokoh penting di balik berdirinya Budi Utomo adalah Dr. Soetomo yang mendapat inspirasi dari gagasan Dr. Wahidin Sudirohusodo mengenai pentingnya pendidikan dan kemajuan bagi pribumi. Dari sinilah lahir semangat baru bahwa perjuangan tidak lagi dilakukan secara kedaerahan, melainkan melalui persatuan nasional yang terorganisir.

 

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kemudian menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada tahun 1948. Penetapan tersebut dilakukan untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan rakyat Indonesia di tengah situasi bangsa yang saat itu masih menghadapi ancaman perpecahan dan agresi Belanda.

 

Pada peringatan Harkitnas tahun 2026, pemerintah mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut mengandung makna pentingnya menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa agar memiliki karakter kuat, semangat persatuan, serta kemampuan menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Baca Juga:  Reshuffle Kabinet, Prabowo Ganti Sri Mulyani hingga Tunjuk Menteri Haji dan Umrah

 

Semangat kebangkitan nasional di era modern tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga lewat pendidikan, inovasi, persatuan, dan kepedulian sosial. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan positif, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta terus berkontribusi demi kemajuan Indonesia.

 

Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa lahir dari perjuangan panjang para pendahulu. Karena itu, semangat kebangkitan harus terus dirawat agar Indonesia tetap kuat, maju, dan berdaulat di tengah perubahan zaman. (Imam Setiadi)

Penulis: Imam SetiadiEditor: Arman