MITRANEWS, Jakarta.– Gedung Serbaguna Semper Barat, Jakarta Utara, dipenuhi nuansa Minangkabau pada hari bahagia pernikahan Adinda dan Lail. Pasangan ini melangsungkan akad dan resepsi dengan adat Padang yang kental, megah, dan sarat makna filosofis.
Sejak pagi, suasana gedung sudah terasa berbeda. Dekorasi rumah gadang mini, ukiran emas, dan warna merah marun mendominasi pelaminan. Para tamu undangan yang hadir disambut dengan alunan talempong dan dendang Minang yang menghangatkan suasana.
Kemegahan Adat Padang di Pelaminan
Adinda tampil memukau dengan balutan baju kurung basiba warna emas, lengkap dengan suntiang megah menjulang di kepala. Rangkaian perhiasan emas dan rangkaian bunga melati menambah wibawa sebagai “Bundo Kanduang” masa depan.
Sementara Lail gagah mengenakan baju adat lengkap dengan destar di kepala dan sarung songket. Keduanya duduk berdampingan di pelaminan layaknya raja dan permaisuri, disaksikan ratusan tamu undangan.
Prosesi adat dimulai dari _maminang_, _akad nikah_, hingga _baralek gadang_. Setiap prosesi dibawakan oleh penghulu adat dengan bahasa Minang yang sarat nasehat tentang rumah tangga, tanggung jawab, dan kekerabatan.
Civitas Yayasan Mutiara Baru Hadir dan Ucapkan Selamat*
Kehadiran civitas dari *Yayasan Mutiara Baru* turut memeriahkan dan memberikan doa restu. Perwakilan yayasan menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
“Kami dari keluarga besar Yayasan Mutiara Baru mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Ananda Adinda dan Lail. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan agama,” ujar perwakilan yayasan Eros Rosiah
Kehadiran yayasan ini menjadi bukti eratnya silaturahmi dan dukungan antar lembaga terhadap generasi muda dalam membangun rumah tangga.
Makna Adat Padang dalam Pernikahan
Pernikahan adat Padang bukan hanya soal kemewahan. Setiap detailnya punya makna. Suntiang melambangkan martabat wanita Minang, destar melambangkan tanggung jawab laki-laki sebagai pemimpin, dan prosesi adat mengajarkan tentang musyawarah serta kekeluargaan.
Dengan mengusung adat Padang di tengah Jakarta, Adinda dan Lail ingin menunjukkan bahwa budaya tetap harus dijaga meskipun hidup di rantau.
Acara ditutup dengan jamuan khas Minang seperti rendang, gulai tunjang, dan lamang yang diserbu para tamu.
Selamat kepada Adinda dan Lail! Semoga rumah tangganya menjadi rumah yang penuh berkah dan menjadi contoh dalam menjaga adat istiadat. ( sastra)












