Berita  

Free Webinar, Optimalisasi Strategi Konten Digital melalui Content Repurposing

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Bekasi. – Perkembangan media digital menuntut individu maupun organisasi mampu memanfaatkan berbagai platform secara tepat agar penyebaran informasi semakin efektif. Hal tersebut disampaikan General Manager of Media Network Promedia Grup, Agil Hari Santoso, dalam webinar yang digelar di Studio Forum Asistensi Media (AsMEN) Jalan Puncak Cikunir No.14 Jakasampurna Kota Bekasi, Kamis (16/7/2026) bersama 8 peserta Mahasiswa PPL IAI AL AZIS melalui aplikasi zoom.

 

Agil menjelaskan bahwa website dan media sosial memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam membangun strategi komunikasi digital. Website menjadi pusat informasi yang memberikan kendali penuh kepada pemilik untuk mengatur desain, struktur, isi konten, hingga penempatan iklan tanpa bergantung pada algoritma platform. Selain itu, konten yang dipublikasikan di website memiliki daya tahan lebih lama karena dapat ditemukan kembali melalui mesin pencari.

Baca Juga:  MU Kokoh di Klasemen 4 Besar, Setelah Kalahkan Hotspurs 2-0

 

Sementara itu, media sosial memiliki keunggulan dalam kecepatan penyebaran informasi dan kemampuan menjangkau audiens yang luas dalam waktu singkat. Namun, distribusi kontennya dipengaruhi oleh algoritma sehingga kreator dituntut terus menghasilkan konten yang relevan agar tetap memperoleh jangkauan yang optimal.

 

Menurut Agil, setiap platform media sosial memiliki karakteristik tersendiri. TikTok efektif digunakan untuk menyajikan video pendek yang informatif, kreatif, dan mengikuti tren. Instagram lebih mengedepankan kekuatan visual sehingga cocok dimanfaatkan untuk membangun citra dan branding. Adapun X (Twitter) dan Threads lebih tepat digunakan untuk menyampaikan opini, informasi singkat, maupun membangun diskusi berbasis teks.

Baca Juga:  Lawang Pitu Terima Penghargaan atas Partisipasi Kemendagri & Kesbangpol DKI Jakarta dan PB POBSI

 

Dalam kesempatan tersebut, Agil juga menyoroti pentingnya menerapkan strategi content repurposing, yakni mengembangkan satu ide menjadi berbagai format konten yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing platform. Sebagai contoh, sebuah video dapat dipublikasikan di TikTok dan Instagram, kemudian dikembangkan menjadi artikel di website, serta diringkas menjadi unggahan singkat di X atau Threads.

 

“Melalui strategi ini, satu ide dapat menjangkau lebih banyak audiens tanpa harus selalu membuat konten baru dari awal,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, keberhasilan komunikasi digital tidak hanya bergantung pada kualitas isi konten, tetapi juga pada kemampuan mengemas serta mendistribusikan pesan sesuai karakteristik setiap platform. Website berperan sebagai pusat informasi yang bersifat jangka panjang, sedangkan media sosial menjadi sarana distribusi yang cepat dan interaktif. Kombinasi keduanya melalui strategi content repurposing dinilai mampu meningkatkan efektivitas komunikasi sekaligus memperluas jangkauan informasi di era digital. (Ngatiyah)

Penulis: NgatiyahEditor: Arman