MITRANEWS, Sport. – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kisah yang menguras emosi. Kali ini, sorotan tertuju pada maestro Kroasia, Luka Modrić, yang menjalani penampilan di Piala Dunia kelimanya pada usia 40 tahun.
Namun, malam yang seharusnya menjadi perayaan bagi sang legenda justru berubah menjadi ujian berat. Baru 12 menit pertandingan berjalan, Modrić terlibat dalam pelanggaran yang berujung penalti untuk Inggris. Harry Kane yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Inggris unggul lebih dulu.
Sepanjang laga, gelandang veteran itu tampak kesulitan mengendalikan permainan seperti yang biasa ia lakukan. Kroasia terus berada di bawah tekanan hingga akhirnya Modrić ditarik keluar pada menit ke-58. Kekalahan pun tak dapat dihindari.
Meski demikian, satu pertandingan tidak akan pernah menghapus jejak luar biasa yang telah ditorehkan Modrić bersama Kroasia. Ia adalah sosok yang membawa negaranya mencapai final Piala Dunia 2018 dan meraih posisi ketiga pada edisi 2022—prestasi yang akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola.
Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, Modrić masih memilih mengenakan seragam negaranya dan bertarung di panggung terbesar dunia. Sebuah bukti dedikasi, loyalitas, dan cinta yang begitu besar terhadap Kroasia.
Sepak bola memang terkadang kejam. Satu kesalahan bisa menjadi sorotan, sementara puluhan tahun pengabdian sering terlupakan. Namun bagi para pecinta sepak bola sejati, warisan Luka Modrić tidak ditentukan oleh satu malam yang buruk.
Ia tetap menjadi simbol perjuangan, elegansi, dan salah satu gelandang terbaik yang pernah menghiasi sepak bola modern.
Luka Modrić mungkin kalah dalam pertandingan, tetapi namanya sudah menang dalam sejarah.
(Fajri)
#WorldCup2026 #Croatia #LukaModric #Legend #Football #PialaDunia2026












