MITRANEWS, Kulon Progo. – Seni tradisi kembali hadir menyapa masyarakat dengan penuh semarak. Sanggar Banyu Sumilir, yang dikenal konsisten melestarikan budaya Jawa, akan menggelar pentas kethoprak ke-43 dengan lakon berjudul “Pangeran Purwa Sanggit”.
Pagelaran ini dipimpin oleh Wahudi selaku pimpinan produksi bersama tim yang solid, serta didukung oleh para seniman, seniwati, dan kelompok karawitan Sanggar Banyu Sumilir. Pertunjukan akan berlangsung di Komplek Sanggar Banyu Sumilir, Kampung Wonosutan, Milir, Kedungsari, Pengasih, Kulon Progo, DIY, pada Jumat malam Sabtu, 11 September 2026, mulai pukul 20:30 WIB.
Dalam keterangannya kepada awak media Mitranews, Wahudi menyampaikan ajakan penuh antusias agar masyarakat turut hadir menyaksikan. “Saksikan pagelaran kethoprak Mataram Banyu Sumilir pada hari Jumat malam Sabtu ini di Komplek Sanggar Banyu Sumilir pukul 20:30 WIB,” ujarnya penuh semangat.
Kethoprak sebagai seni pertunjukan tradisional Jawa bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana pendidikan budaya dan sejarah. Lakon “Pangeran Purwa Sanggit” dipilih karena sarat dengan nilai moral, kepemimpinan, serta perjuangan yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini. Kehadiran kethoprak di tengah derasnya arus budaya modern menjadi pengingat bahwa seni tradisi tetap memiliki tempat istimewa dalam hati masyarakat.
Sanggar Banyu Sumilir sendiri telah lama menjadi wadah kreatif bagi para seniman lokal. Dengan konsistensi menggelar pentas rutin, sanggar ini berperan penting dalam menjaga keberlangsungan seni kethoprak Mataram. Dukungan dari masyarakat sekitar juga menjadi faktor utama keberhasilan setiap pagelaran.
Selain menyajikan lakon yang penuh makna, pertunjukan ini akan diiringi musik karawitan yang menambah kekayaan suasana panggung. Perpaduan antara dialog, gerak, dan iringan musik tradisional diyakini mampu menghadirkan pengalaman seni yang mendalam bagi penonton.
Pagelaran kethoprak kali ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan budaya masyarakat Kulon Progo. Kehadiran penonton akan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian seni tradisi.
Dengan semangat kebersamaan, Sanggar Banyu Sumilir mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menikmati sajian budaya yang penuh nilai. Pentas ini menjadi bukti bahwa seni tradisi tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah masyarakat modern. (Sukardi)












