Berita  

Forum AsMEN Bekasi Serukan Kembali kepada Nilai-Nilai Dasar Negara Pancasila dan UUD 1945

Tatang Sunardi

MITRANEWS, Kabupaten Bekasi. – Dalam momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) Kabupaten Bekasi mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menghayati, mengamalkan, dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Bendahara DPD AsMEN Kabupaten Bekasi Husni Solihin, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi nasional untuk mengembalikan arah kehidupan bangsa kepada amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Menurut Husni Solihin, seluruh pihak, khususnya para pejabat negara dan pemangku kebijakan, harus menjadikan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai pondasi utama dalam setiap tindakan dan kebijakan yang akan dilaksanakan.

Baca Juga:  Gunung Sampah Burangkeng, Antrean Truk Tak Pernah Usai

 

“Kita harus kembali kepada Pancasila dan UUD 1945. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, harus menjadi landasan utama. Kita semua harus sadar bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa ini harus dibangun dengan nilai ketuhanan, bukan dengan keserakahan, kebencian, dan perilaku yang menjauhkan diri dari nilai-nilai ilahiah,” tegas Husni Solihin kepada MITRANEWS (1/6/2026).

 

Ia menambahkan bahwa ketika kesadaran Ketuhanan tumbuh dalam diri setiap individu, maka akan lahir sikap kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan kesadaran tersebut, berbagai bentuk diskriminasi, permusuhan, dan kebencian akan berangsur hilang.

 

“Ketika manusia sadar akan hakikat dirinya sebagai makhluk Tuhan, maka akan tumbuh rasa saling menghormati, saling menghargai, dan saling membantu. Dari situlah lahir kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya.

Baca Juga:  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

 

Lebih lanjut, Husni menjelaskan bahwa kesadaran kolektif masyarakat akan membawa bangsa Indonesia menuju persatuan yang kokoh di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan.

 

“Kesadaran akan melahirkan persatuan Indonesia. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan untuk membangun bangsa yang besar dan bermartabat,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Husni Solihin juga menegaskan pentingnya bermusyawarah sebagai bagian sistem demokrasi dalam merumuskan kebijakan yang penuh hikmah dan sesuai aspirasi rakyat.

 

Menurutnya, semangat musyawarah yang berlandaskan hikmah kebijaksanaan merupakan salah satu kunci menjaga persatuan dan memperkuat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan lembaga negara.

Baca Juga:  Semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Cahaya Menghidupkan Sunnah, Menebarkan Rahmat

 

“Jika kesadaran, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah dijalankan dengan penuh integritas maka cita-cita bangsa untuk mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan menjadi kenyataan,” pungkasnya. (Imam Setiadi)

Penulis: Imam SetiadiEditor: Arman