Hidayatullah, SE: “Dampak Pandemi Covid-19 Membawa Indonesia ke Jurang Depresi Ekonomi

0
200

MEDAN – MITRANEWS : Pandemi Covid-19 tentu akan sangat berdampak pada perekonomian Indonesia, Jika pemerintah tidak tanggap maka pandemi Covid-19 ini akan membawa Indonesia ke jurang depresi ekonomi yang sangat parah. “Bila tidak ada perubahan ke arah perbaikan atau pemulihan oleh pemerintah maka tidak akan terhindarkan kondisi krisis ekonomi bisa lebih parah lagi karena perekonomian Indonesia dapat terperosok ke jurang depresi ekonomi,” kata Anggota DPR RI Hidayatullah di Medan, Sabtu (06/05/2020). Saat ini anggota Fraksi PKS DPR RI ini sedang menjalani reses masa sidang ketiga tahun 2020 yang dimulai tanggal 31 Mei sampai dengan 10 Juni 2020.
Hal itu dikatakan Hidayatullah, menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Suryani Motik yang mengatakan akibat pandemi Covid-19 sekitar 15 juta orang menjadi korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dengan perusahaan tempat mereka bekerja.
“Sebagai wakil rakyat, saya mengamati terjadinya gelombang PHK besar-besaran pada masa pandemi Covid-19 ini. PHK adalah buah dari keterpurukan perekonomian suatu bangsa yang saluran akhirnya adalah jurang depresi ekonomi,” katanya.
Menurut Hidayatullah. PHK massal akan berakibat pada beberapa hal yang sangat merugikan banyak pihak. Pertama, akan terjadi gelombang pengangguran besar-besaran yang akan mengancam daya tahan ekonomi masyarakat. Kedua, berpotensi menciptakan jumlah kemiskinan baru yang dipastikan akan membebani anggaran negara dan masyarakat. Ketiga, mendorong penyebaran tindak kriminalitas yang merusak harmonisasi sosial dan mengganggu hegemoni ketentraman di dalam bermasyarakat.
Hidayatullah menyayangkan dan mengkritik kebijakan pemerintah menggunakan anggaran mencapai Rp 405 triliun dan bahkan mungkin akan lebih dari Rp 600 triliun dalam menangani Covid 19 ini dan kebijakan New Normal yang akan diberlakukan pemerintah. “Ironisnya dana untuk penanganan Covid-19 itu sendiri hanya sekitar Rp 65 triliun, ini benar-benar kebijakan yang tidak nyambung.” Kata Hidayatullah lagi.
Mestinya dengan anggaran yang sangat besar itu, pemerintah mampu lebih bersungguh-sungguh dalam penanganan pandemi ini karena menyangkut nyawa manusia.
Lebih lanjut Hidayatullah mengatakan, PKS sebagai partai oposisi wajib mengingatkan dan memberi masukkan kepada pemerintah agar jangan masuk dulu kepada kebijakan pemulihan ekonomi padahal wabah Covid-19 masih merebak. Seharusnya tuntaskan dulu penanganan Covid-19 ini, baru selanjutnya fokus pada upaya pemulihan ekonomi. Kalau tidak, semua kebijakan selama ini akan sia-sia.
Di samping mengkritisi kebijakan pemerintah, PKS akan tetap berkhidmad kepada kepentingan rakyat. “Kami mengapresiasi langkah-langkah pemerintah mengenai bantuan langsung karena dari satu sisi akan menghidupkan perekonomian rakyat. Itu sudah benar, tinggal pemerintah mengawasi sehingga dana yang digelontorkan tepat sasaran,” katanya lagi.
Di akhir pembicaraan, Hidayatullah mengatakan, sebagai wakil rakyat kami melihat, merasakan dan menyerap keinginan masyarakat agar bisa hidup normal seperti sebelum wabahCovid-19 ini berkembang. “Seluruh hasil serapan kami ini, akan disampaikan dalam rapat-rapat dengar pendapat kepada pemerintah selaku pemangku kepentingan agar membuat kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat bukan berpihak kepada kepentingan asing dan aseng serta para perampok uang rakyat,” kata Hidayatullah.(*)

Reporter:
Abdul Aziz
Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here