IMO-Indonesia Apresiasi Meutya Hafid Agar Industri Pers Dapat Insentif Dampak Covid-19

0
33

JAKARTA-MITRANEWS : IMO-Indonesia (Ikatan Media Online) mengapresiasi usulan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid agar perusahaan pers juga perlu mendapatkan insentif terkait dampak virus Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia. Meutya Hafid berpendapat perlu adanya insentif bagi perusahaan di sektor pers terkait dampak virus Covid-19.
Hal itu mendapat respon yang positif dari kalangan media diantaranya Dewan Pembina IMO-Indonesia Tjandra Setiadji. Menurutnya Tjandra, usulan tersebut sangat tepat dan perlu segera disetujui karena pada dasarnya insan pers adalah orang yang juga berada di garda terdepan bersama para medis dalam menghadapi virus Covid-19 ini.
“Saat ini pahlawan bangsa selain tenaga medis adalah insan pers yang tidak pernah lelah mengabarkan tentang virus Corona yang menjadi perhatian dunia itu. Perlu diketahui, pers bagian dari yang berjuang untuk melawan virus, derajat pers sama dengan rumah sakit,” kata Tjandra yang akrab dipanggil Andy oleh insan pers di Jakarta, Jumat (10/04/2020).
Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta agar perusahaan pers dapat dimasukkan kategori industri yang mendapatkan insentif berupa relaksasi pajak pada masa negara memerangi virua Corona. “Pandemi Covid-19 menyebabkan krisis di berbagai bidang dan tidak luput juga bagi industri pers. Padahal, sebagaimana kita ketahui bahwa kehadiran pers saat ini justru menjadi krusial untuk diseminasi informasi yang baik,” kata Meutya Hafid sebagaimana dikutip Kompas, Kamis (9/4/2020).
Lebih lanjut menurut Andy, perusahaan saat ini terutama perusahaan pers mengalami penurunan omset karena suasana pandemi Covid-19. Bagaimana bisa menjalankan perusahaan dengan normal, saat ini mau menawarkan iklan ke lapangan penuh resiko. Maka, usulan Komisi I itu adalah salah satu solusi.
“Bu Meutya adalah jurnalis, maka saya sangat apresiasi dengan perjuangannya,” sergah Andy yang juga berprofesi advokat itu.
Andy juga berterima kasih kepada Meutya dengan apa yang diperjuangkan saat ini. “Dia tidak lupa pada asal muasalnya, latar belakangnya, tidak seperti kacang lupa kulitnya,” pungkas tokoh kelahiran Bagan Siapi-api itu.
Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail juga turut memberikan apresiasi atas usul Meutya Hafid itu karena telah mengangkat permasalahan perusahaan media yang juga turut terdampak COVID-19.
Yakub menuturkan bahwa pasca ditetapkan pandemi Covid-19 oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020 yang saat itu telah mencapai 120.000 kasus dan kematian telah melebihi 4.300, industri media di tanah air mencurahkan perhatian yang sangat besar terhadap pandemi Covid-19 ini.
Adapun terbitnya Keppres Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 pada tanggal 13/03/20 mendapat atensi yang tinggi dari industri media. Atas kondisi Pandemi COVID-19 tersebut IMO-Indonesia telah menyampaikan seruan kepada anggota.
Lebih lanjut Yakub mengatakan bahwa dalam rangka memberikan support pemberitaan terhadap langkah-langkah serta arahan pemerintah secara berjenjang kepada masyarakat yang lebih luas dengan tetap memperhatikan aspek K3 bagi para pewarta. Dewan Pimpinan Pusat IMO-Indonesia telah menghimbau kepada media online anggota secara nasional untuk dapat melakukan komunikasi di wilayah terkait perkembangan pencegahan serta penanganan Covid-19 di tanah air.
Hal tersebut tentu saja merupakan bagian dari tugas serta fungsi pers, namun disisi lain sebagai perseroan dan masyarakat pers yang kondisinya sangat beragam tentunya juga layak untuk mendapatkan atensi dari pemerintah. (*)

Sumber:
DPP IMO-Indonesia
Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here