Ketua KPK Firli Bahuri Baca Puisi di RRI

0
11

JAKARTA – MITRANEWS : Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membacakan puisi yang ditulisnya sendiri pada Acara Seni Vs Korupsi di Setasiun Radio Republik Indonesia (RRI). Peristiwa langka itu terjadi pada Sabtu, 29/02/2020 lalu. Puisi yang berjudul “Hidup Bermakna Bermain Dengan Cinta” menggambarkan rasa syukur kita sebagai bangsa Indonesia yang telah dianugerahi surga kebhinnekaan yang harus kita rawat dengan melawan nafsu memperkaya diri sendiri dengan korupsi.
“Sungguh indahnya kedamaian dan kebhinekaan di negeri ini. Tetapi suasana ini bisa hilang seketika, jikalau anak bangsa tidak pandai merawatnya. Alam, gunung, sungai rusak dan tidak bisa lagi diharapkan, ketika nafsu dibakar dengan niat memperkaya diri dan korupsi terus bersemi di seluruh negeri,” katanya dalam satu bait puisinya.
Acara itu memang digelar atas kerjasama KPK dan RRI dengan maksud menggelorakan semangat membangun budaya anti korupsi melalui kesenian.
Dalam sambutannya, Firli mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Direktur Utama RRI M. Rohannudin atas terselenggaranya acara Seni VS Korupsi. “RRI memiliki peran strategis tidak hanya sebatas memberikan informasi kepada masyarakat, akan tetapi juga mengedukasi masyarakat dan bisa mengajak rakyat Indonesia untuk mengambil peran pemberantasan korupsi dan gerakkan rakyat anti korupsi,” katanya.
Menurut Firli, tugas KPK bukan hanya berburu koruptor akan tetapi juga mengajak masyarakat untuk melawan korupsi mulai dari diri sendiri, maka kehadirannya di acara tersebut merupakan salah satu bentuk ajakan tersebut. “Puisi adalah sarana untuk membangkitkan kesadaran anti korupsi. Ini lebih dari ekspresi seni, tapi penegasan bahwa segala saluran harus digunakan untuk membangun budaya anti korupsi. Dimulai dari diri sendiri. Ini memiliki makna kolaborasi antara pemerintah dan KPK untuk membangun budaya anti korupsi,” ujarnya.
Firli mengharapkan, agar para seniman, musisi serta para pegiat anti korupsi untuk terus menggelorakan semangat membangun budaya anti korupsi, terlebih kondisi saat ini yang tengah menghadapi wabah COVID-19. “Masa sih, ada oknum yang masih melakukan korupsi. Ingat korupsi pada saat bencana ancaman hukumannya pidana mati,” kata Firli lagi.
Berikut puisi yang ditulis dan dibacakan Firli Bahuri:

Hidup Bermakna Bermain Dengan Cinta

Cinta yang paling terhomat adalah menghormati semua yang dicinta,
Kerap kali kita lupa bahwa kehancuran berwarga negara berawal dari keakraban yang berjarak, dan berbeda kutub,
Cinta yang terputus dan berkabut
Malapetaka yang terulang,
Semua saling berjauhan seperti gunung dan danau,
Seperti gurun dan air,
Seperti terang dan gelap.

Padahal kita penghuni pulau-pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke,
Dari pulau Miangas sampai ke pulau Rote,
Melukiskan surga kebhinekaan,
Deretan pulau-pulau yang mengajarkan kita
Untuk menikmati dan menjalin kerukunan

Sungguh indahnya kedamaian dan kebhinekaan di negeri ini.
Tetapi suasana ini bisa hilang seketika, jikalau anak bangsa tidak pandai merawatnya
Alam, gunung, sungai rusak dan tidak bisa lagi diharapkan,
Ketika nafsu dibakar dengan niat memperkaya diri dan korupsi terus bersemi di seluruh negeri
Karenanya perlu kecintaan kepada bangsa ini

Mengapa kita harus mendahulukan cinta, keakraban sesama anak bangsa?
Agar kita terbiasa mengenali rintihan tak terucap,
Teriakan tak bersuara dan ratapan tak berair mata

Mengapa kita harus memuliakan mereka, sesama pewaris bangsa?
Karena negara harus memelihara anak yatim, fakir miskin dan anak terlantar,
Karena kita hidup di surga kebhinekaan,

Saudara-saudara seirama, sepenanggungan
Kita beruntung mengeram di surga Indonesia
Jangan nodai keindahan yang kita miliki dengan kata-kata buruk yang tak terukur,
Dengan senyuman melayang di atas penderitaan orang-orang banyak,
Hidup bercinta dan berbagi adalah taman sari berbangsa yang abadi,
Mari kita berubah, bercahaya dan saling mencinta

Wahai putra putri Indonesia
Bangunlah pondasi kecintaan kepada negeri ini
Mari seluruh penghuni negeri,
Menggapai NKRI bebas dari korupsi.
(*)

Sumber:
Releasse DPP IMO-Indonesia
Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here