Dirjen Pemberdayaan Sosial: “Tidak Ada Inflasi Dalam Penetapan Pahlawan Nasional

0
14

Silahkan Ajukan Tuan Rondahaim Saragih Jadi Pahlawan Nasional
MEDAN – MITRANEWS : Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI Drs. Pepen Nazaruddin, MSi mengatakan tidak ada kata inflasi dalam menetapkan gelar Pahlawan Nasional pada tokoh-tokoh pejuang bangsa yang menentang kolonialisme Belanda. “Untuk itu silahkan ajukan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional karena bangsa Indonesia mempunyai sejarah perjuangan yang sangat panjang sehingga banyak tokoh-tokoh pejuang bangsa yang layak mendapat gelar Pahlawan Nasional,” kata Pepen dalam Seminar Nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih dalam Menentang Kolonialisme Belanda, di Fakultas Ilmu Budaya USU, Selasa (03/03/2020).

Hanya saja menurut Pepen, kewenangan menetapkan dan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional adalah hak prerogatif Presiden setelah mendengar masukan dari Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan sesuai dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, Dan Tanda Kehormatan. Oleh karena itu pengusulan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional ini harus dipersiapkan dengan kerja keras, serius, hati-hati dan jangan terburu-buru.

“Berdasarkan kajian-kajian akademis yang kita lakukan hari ini, saya berharap pengajuan Tuan Rondahaim Saragih kali ini dapat dilaksanakan dengan baik, karena kita semua sudah yakin dengan kepahlawan Tuan Rondahaim Saragih yang telah mendapat Bintang Jasa Utama dari Presiden Habibie. Beliau adalah kebanggaan kita bersama sebagai bangsa,” kata Pepen lagi.
Selain Pepen, hadir sebagai narasumber dalam seminar ini Ketua Program Studi S2 Ilmu Sejarah FIB USU Dr. Suprayitno, M.Hum, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. M. Dien Madjid, Dosen UNJ Dr. Abdul Syukur, Dosen Unimed Dr. Ida Liana Tanjung. M.Hum, dan Dosen Unversitas Bakrie Jakarta Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT.

Seminar ini dibuka Wakil Rektor IV USU Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MT. Dalam sambutannnya beliau mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini ibarat pohon. “Para pejuang kemerdekaan RI itu adalah orang yang menanam dan memupuk pohon itu. Kita sekarang tinggal menikmati buah dari kemerdekaan itu. Oleh karenanya USU akan mendukung usulan pengajuan Tuan Rondahaim Saragih sebagai Pahlawan Nasional, kapan perlu namanya ditabalkan sebagai nama jalan baik di Medan maupun di Simalungun,” kata Prof. Bustami lagi.

Sementara iu Bupati Simalungun DR. JR Saragih dalam sambutannya mengatakan, dengan seminar ini kita ingin mengenang kembali perjuangan Tuan Rondahaim Saragih menentang kolonialisme Belanda agar anak cucu dan generasi penerus kita bisa memahami bahwa bangsa ini mempunyai sejarah perjuangan yang sangat panjang dan mempunyai arti penting demi kemerdekaan bangsa ini. “Saya berharap seminar ini dapat mengkaji seluruh dimensi perjuangan Tuan Rondahaim Saragih sehingga kita bisa mendapatkan gelar Pahlawan Nasional untuk beliau,” kata JR Saragih lagi.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Dr. Budi Agustono, MA mengatakan seminar ini merupakan dukungan riil USU untuk memenuhi salah satu persyaratan pengusulan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional. “Diharapkan seminar ini akan menjadi dokumen kajian ilmiah untuk menunjang persyaratan Tuan Rondahaim menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya.

Ketua Panitia Seminar Drs. Edi Sumarno, M.Hum dalam laporannya mengatakan, seminar nasional ini terlaksana atas kerjasama FIB USU dengan Pemkab Simalungun dan dilaksanakan dalam rangka melakukan kajian akademis sebagai salah satu persyaratan pengusulan Tuan Rondahaim Saragih sebagai Pahlawan Nasional. “Peserta seminar terdiri dari dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi di Sumut, instansi pemerintah terkait dan keturunan langsung dari Tuan Rondahaim Saragih. Diharapkan seminar ini menghasilkan kajian-kajian yang objektif sehingga pengusulan Tuan Rondahaim sebagai Pahlawan Nasional dapat disetujui pemerintah RI,” kata Edy lagi.

Dr. Suprayitno, dalam papannya mengatakan, sebenarnya tidak adalagi keraguan kita tentang perjuangan Tuan Rondahaim Saragih menentang kolonialisme Belanda. Bukti-bukti empiris sudah cukup banyak, catatan-catatan Belanda yang mengatakan Tuan Rondahaim Saragih sebagai Napoleon der Bataaaks adalah buktinya nyata pengkuan Belanda terhadap perjuangan Tuan Rondahaim Saragih. “Belanda saja mengakui, masak kita tidak?” kata Suprayitno lagi.

Prof. Dr. M. Dien Madjid berkesimpulan, seluruh elemen masyarakat harus bersatu mendukung pengusulan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional. Seminar ini menjadi tak bergun bila genderang pengusulan tidak ditabuh. “Pahlawan bukan semata-mata sesuatu untuk dibanggakan melainkan adalah senyawa yang akan memenuhi nadi para generasi penerus untuk senantiasa berbuat baik bagi bangsa dan negara” katanya lagi.

Narasumber Dr. Abdul Syukur dalam makalahnya menyimpulkan, bahwa keputusan Tuan Rondahaim Saragih berperang melawan Belanda adalah untuk menggagalkan kolonialisasi Belanda di Sumatera Timur khusunya di Simalungun. Sementara narasumber Dr. Ida Liana Tanjung, MHum berkeesimpulan Tuan Rondahaim layak dijadikan Pahlawan Nasional. “Ia bukan hanya mewariskan nilai-nilai perjuangan bangsa akan tetapi juga mengajarkan kepada generasi mudaakan pentingnya nilai-nilai persatuan bangsa,” katanya.(*)

Reporter:
An Jambak
Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here