MS Kaban : 75 Tahun Indonesia Merdeka, Kepemimpinan Islam Selalu Terpinggirkan

0
390

MEDAN – MITRANEWS : Menteri Kehutanan RI Periode 2004 – 2009 Dr. MS Kaban, SE, MSi mengatakan, hampir 75 tahun Indonesia merdeka, kita merasakan kepemimpinan Islam dalam politik selalu terpinggirkan. Padahal begitu diproklamirkan, kepemimpinan Islam dalam bentuk kerajaan-kerajaan Islam segera menyatakan mendukung kemerdekaan Indonesia.

“Usai memproklamirkan Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno mendatangi sultan-sultan kerajaan Islam seperti Sultan Deli, Sultan Ternate, Sultan Solo, Sultan Demak, dan kesultanan lainnya meminta para sultan itu mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Namun apa yang terjadi, setelah merdeka kepemimpinan Islam dalam politik selalu terpinggirkan,” kata MS Kaban pada Diskusi Politik dalam rangka Deklarasi Panitia Persiapan Pendirian Partai Ideologis Islam (P4II) Wilayah Sumatera Utara, Rabu, 905/02/2020) di Hotel Madani Medan.

Dalam diskusi yang bertema : “Reposisi Umat Islam Pasca Pemilu 2019” ini,  MS Kaban mengatakan upaya-upaya menyingkirkan Islam dalam politik sangat nyata. Pada tahun 1973, partai-partai Islam difusikan menjadi Partai Persatuan Pembengunan (PPP). Ini strategi Orde Baru untuk melemahkan kekuatan politik Islam.

“Pada Pemilu 2019 terlihat ada kebangkitan umat Islam dengan timbulnya kesadaran berpolitik, tapi gelombang besar arus perubahan itu ternyata dalam perhitungan penyelenggara pemilu harus kalah oleh kekuatan politik sekuler. Inilah yang kemudian menyadarkan kita bahwa kita seharusnya merebut kekuatan politik. Hanya saja nampaknya kita tidak bisa mengandalkan kekuatan politik yang sudah ada karena kenyataannya partai-partai yang berbasis umat Islam selama ini hanya mampu merebut 27 persen suara di parlemen. Padahal dulu di Pemilu 1955, partai-partai Islam dipimpin Partai Masyumi memperoleh 42 persen suara di parlemen,” kata Kaban lagi.

Menurut Kaban, berpegang kepada hasil Pemilu 2019 yang mengecewakan Umat Islam, maka beberapa tokoh Umat Islam di Jakarta dengan difasilitasi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) membentuk Badan Penyelidik Usaha Pendirian Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) untuk mengkaji dan menjajaki pendirian partai Islam ideologis. Ternyata respon daerah sangat positif.

“Hari ini, kita telah menyaksikan beberapa warga masyarakat dan para aktifis Islam telah mendeklarasikan diri membentuk P4II Wilayah Sumatera Utara. Saya berharap deklarasi ini diikuti kabupaten/kota di Sumatera Utara,” kata MS Kaban lagi.

Deklarasi P4II Wilayah Sumut ini juga dihadiri Ketua BPU-PPII Dr Masri Sitanggang yang langsung menyerahkan SK dan mensahkan P4II wilayah Sumut ini.

Ketua P4II Wilayah Sumut H. Agus Salim, P4 II Wilayah Sumut terbentuk  berdasarkan diskusi yang cukup intens beberapa tokoh aktifis Islam yang berkesimpulan memang sangat diperlukan saluran politis baru umat Islam dalam bidang politik. “Mulai malam ini kami akan berkoordinasi secara terbuka dengan tokoh-tokoh umat Islam dan sekaligus membentuk P4II di kabupaten/kota,” katanya lagi.

Sementara itu Sekretaris P4II Harun Al Rasyid, menegaskan P4II Wilayah Sumut menargetkan sebelum tanggal 22 Juni 2020 saat partai Islam ideologis ini dideklarasikan sudh terbentuk P4II di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. “Ya, saya yakin sebelum 22 juni 2020 sudah terbentuk, para tokoh umat Islam di daerah sudah mengontak saya, agar P4II di kabupaten/kota segera juga dideklarasikan,” kata Harun Al Rasyid lagi. (*)

Reporter:

An Jambak

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here