Anggota DPD Asal Sumut Muhammad Nuh Minta BKPM Dorong Investor Besar Bermitra Dengan UMKM di Daerah

0
61

JAKARTA – MITRANEWS : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara Muhammad Nuh, SE, MSP meminta agar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong investor besar (asing) untuk bisa bermitra dengan pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di daerah. Hal itu disampaikan Muhammad Nuh dalam Rapat Kerja Komisi IV DPD RI dengan BKPM di Jakarta, Rabu (05/02/2020). Rapat Kerja bertema “Potensi dan Tantangan  Investasi  dan Penanaman  Modal  Daerah” itu diantaranya membahas Key Performance Indicators BKPM itu dihadiri Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Ketua Komisi IV DPD RI Elviana.

Menurut Muhammad Nuh, untuk meningkatkan investasi di daerah, BKPM harus menciptakan iklim berinvestasi di daerah dengan memperbaiki peringkat kemudahan berusaha (easy of doing bussines), mendorong investor besar bermitra dengan pengusaha UMKM di daerah dan mendorong investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan UMKM iu sendiri. “Untuk itu kita meminta BKPM segera mensosialisasikan Inpres No. 7  Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha,” kata Muhammad Nuh kepada reporter Mitranews Abdul Aziz melalui telepon seluler.

Menurut Muhammad Nuh, inti dari Inpres No.7 tahun 2019 adalah mengkoordinasikan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dalam rangka peningkatan peringkat Ease of Doing Business dan memfasilitasi serta memberikan layanan kepada pelaku usaha dalam pengurusan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi.

Untuk itu, kata  Muhammad Nuh, BKPM harus segera mengidentifikasi dan mengkaji peraturan perundang-undangan yang dinilai menghambat kemudahan berusaha dan investasi di masing-masing kementerian/lembaga. “Selain itu mengurangi jumlah, dan mnyederhanakan prosedur dan persyaratan, serta percepatan penerbitan perizinan berusaha, melalui perubahan atau pencabutan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai perizinan berusaha di masing-masing kementerian/lembaga,” kata Muhammad nuh lagi. (*)

Reporter:

Abdul Aziz

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here