Gugatan Para Supir Bekerja Puluhan Tahun di-PHK Tanpa Pesangon, Berhasil

0
371
Direktur LBH Humaniora Dr. Redyanto Sidi, S.H., M.H

MEDAN | Mitranews.co.id – Pers Release Mahkamah Agung RI tolak kasasi PT. Raja Perdana Inti (PT. RAPI) Medan, para supir yang bekerja puluhan tahun terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa pesangon akhirnya bersyukur karena gugatan mereka berhasil.

“Kami bersyukur ternyata masih ada keadilan di negeri ini,” kata Horas Sibarani, seorang supir RAPI yang telah bekerja 20 Tahun.

Menurutnya perjuangan setahun lalu ternyata berhasil, dimana perusahaan jasa pengangkutan antar propinsi melakukan PHK tanpa memberikan pesangon. Kemudian PT. RAPI Medan pada 31 Mei 2017 digugat para eks karyawan (supir) yang telah bekerja puluhan tahun itu yakni Agus. B Naibaho (bekerja 12 Tahun), Horas Sibarani (bekerja 20 Tahun), Rusman Simamora (bekerja 15 Tahun), Benito Sinurat (bekerja 21 Tahun), Jonner Siburian (bekerja 14 Tahun), Nasir Sianturi (bekerja 24 Tahun).

Para supir tersebut mengadukan PT. RAPI kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Humaniora untuk menempuh jalur hukum setelah putus asa karena PT. RAPI Medan tidak mematuhi keputusan Dinas Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Medan tertanggal 10 Maret 2017 yang menganjurkan agar PT. RAPI membayar pesangon.

Kemudian LBH Humaniora meresponnya dengan adanya gugatan terdaftar pada Pengadilan Hubungan Industrial Pada Negeri Medan dalam Register Perkara Nomor: 143/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Mdn.

Atas Gugatan tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial Pada Negeri Medan yang diketuai Jamaluddin, S.H., M.H mengabulkan sebagian gugatan dan menghukum Tergugat (PT. RAPI Medan) untuk membayar uang pisah dan uang penggantian hak kepada para supir sesuai dengan penghitungan Pasal 156 ayat (3), (4) UndangUndang (UU) RI Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun, terhadap putusan tersebut PT. RAPI Medan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Direktur LBH Humaniora Dr. Redyanto Sidi, S.H., M.H. didampingi Syaifullah, S.H. dan Novri Andi Akbar, S.H saat ditemui di kantornya di Perumahan Menteng Indah Ruko Blok B1 Nomor 31 Medan mengatakan gugatan para supir itu telah berhasil.

Dijelaskan Redyanto Sidi bahwa berdasarkan surat dari Mahkamah Agung RI tertanggal 28 September 2018 yang ditembuskan kepada pihaknya dan Relaas pemberitahuan isi Putusan MA RI dari PN Medan yang telah diterima pada selasa, 11 Desember 2018 Kasasi yang diajukan oleh PT. RAPI Medan atas putusan Pengadilan Hubungan Industrial Pada Negeri Medan telah diputus pada 16 Maret 2018 oleh Majelis Hakim yang diketuai Dr. Ibrahim S.H., M.H. dengan amar putusan: 1. Menolak Permohonan Kasasi PT. RAPI Medan; dan 2. menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ditetapkan sejumlah Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

“Ini merupakan jalan panjang pencari keadilan yang berujung manis bagi pekerja atau para supir. Kita akan segera menyurati PT. RAPI Medan agar segera membayar hak-hak klien dan juga mempersiapkan langkah langkah hukum yang diperlukan untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung RI tersebut. Saya yakin dan percaya bahwa PT. RAPI Medan profesional dan taat hukum,” kata Redyanto Sidi menjelaskan.

Nasir Sianturi dan Horas Sibarani salah satu supir yang bekerja paling lama mengatakan bahwa sangat bersyukur atas putusan Mahkamah Agung RI tersebut. “Kami sangat bersyukur atas Putusan Mahkamah Agung RI, ini merupakan nikmat Tuhan karena ternyata keadilan itu masih ada,” kata Nasir Sianturi haru.

“Di penghujung usia saya, kami berharap hak-hak tersebut bisa segera diterima untuk digunakan bersama keluarga, terimakasih kepada Pak Redy yang telah membantu kami dengan ikhlas,” kata Horas Sibarani senang.

Reporter:

M Iqbal Syaanggi

Editor:

Fadmin Malau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here