Mendaki Sendirian Sangat Tidak Disarankan

0
227

Medan — Sekitar sebulan setelah dibuka, Taman Nasional Gunung Merbabu kembali ditutup untuk umum selama tiga hari. Hal ini disebabkan peristiwa hilangnya seorang pendaki berwarga negara New Zealand, pada Jumat (30/3).

Mengutip situs resmi Taman Nasional Gunung Merbabu, jalur pendakian Gunung Merbabu Jalur Cuntel dan jalur Thekelan dilakukan penutupan sementara pada tanggal 2-4 April 2018 untuk keperluan pencarian korban.

Sementara itu, di media sosial beredar info terkait kronologi hilangnya wisatawan asal Selandia Baru. Korban yang diduga bernama Andrey Voytech itu dikabarkan hilang atau lost contact pada pukul 16.47 WIB, pada waktu yang bersamaan dua orang pendaki sempat melihat korban di Pos I.

CNNIndonesia.com coba mengonfirmasi kabar tersebut ke pihak Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, namun tidak kunjung mendapat jawaban setelah menghubungi nomor telpon yang tertera di situs resmi Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

Terkait insiden ini Ketua Komunitas Jelajah Gunung Bandung, Muhamad Seftia Permana, mengatakan solo hike atau mendaki sendirian memiliki risiko sangat besar yang mengancam keselamatan.

Menurutnya siapapun, sehebat apapun, dan sebesar apapun jam terbangnya, risiko kecelakaan tetap dimiliki. Idealnya setiap perjalanan minimalnya dilakukan tiga orang.

“Kami sangat menghindari hal itu. Karena, setiap perjalanan harus mempunyai manajemen yang matang, sependek apapun jaraknya. Termasuk segala risiko yang sudah menanti di setiap perjalanan, kita harus antisipasi sebaik mungkin,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com via aplikasi pesan instan.

Ia melanjutkan, beberapa Taman Nasional telah menerapkan peraturan mendaki dengan minimal peserta yakni tiga orang. Pria yang akrab disapa Vijey ini memberikan contoh Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Menurutnya secara pengelolaan TNGGP sudah baik, bahkan sudah dijadikan sebagai kawasan percontohan. Mulai dari booking dengan sistem online, penerapan peraturan yang mengacu pada undang-undang, dan lain lain.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Vijey menyarankan untuk melakukan perjalanan berdasarkan standar prosedur keselamatan dan jangan pernah mendaki sendirian.

“Bukan untuk orang lain, tapi untuk kebaikan bersama dan keselamatan yang melakukan perjalanan itu sendiri,” katanya. (*)

Sumber :
cnnindonesia.com

Editor :
Siti Aisyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here