Kasus Suap APBD Sumut Kembali Dibuka KPK

0
283

MEDAN—Kasus suap APBD Sumut yang melibatkan anggota DPRD 2014 Sumut kembali dibuka KPK. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan kasus ini merupakan pengembangan kasus tiga belas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut yang sudah lebih dulu terjerat dalam kasus korupsi mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

“Kemungkinan masih akan diperiksa karena diduga mengalir ke beberapa pihak khususnya DPRD,” kata Febri di kantor KPK, Selasa (30/1).

KPK telah memeriksa 46 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut dalam kasus ini. Pemeriksaan itu untuk menyelidiki peran pihak lain yang diduga terlibat suap pembahasan APBD Sumut 2014. Tim penyidik KPK memeriksa mereka di Markas Brimob Kepolisian Daerah Sumut yang dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu 3 Februari.

Ia memastikan KPK masih mencermati sejumlah fakta persidangan. “Sesuai prinsip keadilan, yang lain harus diproses,” tegasnya.

Kasus itu melibatkan pimpinan DPRD Sumut periode 2009-2014, di antaranya Saleh Bangun dari Partai Demokrat dan Chaidir Ritonga dari Partai Golkar. Pimpinan DPRD periode 2014-2019 yang terlibat adalah Ajib Shah dari Partai Golkar dan Muhammad Affan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sebanyak tiga belas orang telah divonis bersalah atas suap.

Pemeriksaan terhadap anggota DPRD periode 2009-2014 dan 2014-2019 dilakukan sejak 2015. Namun KPK belum menetapkan status tersangka anggota dewan yang lain, kecuali delapan pimpinan.

Febri mengatakan arah penyelidikan baru menyasar sejumlah anggota DPRD Sumut yang menerima aliran dana suap. Menurutnya, akan tidak adil jika ada yang menerima tapi tidak diusut.(*)

 

Sumber:

Sumut Satu.Com

 

Editor:

Siti Aisyah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here