Peluncuran Buku 1000 Tahun Situs Kota Cina

0
48

Penyair Juga Berperan Mengeksplorasi Situs Sejarah

Oleh Harun AR dan Nasib TS

PARA arkeolog mungkin akan mengalami kendala dalam mengeksplorasi dan membuat narasi tentang situs-situs sejarah yang sudah berusia ratusan dan bahkan ribuan tahun. Mereka perlu bukti-bukti outentik untuk mengambarkan situasi kehidupan pada waktu itu. Tapi seniman, khususnya penyair bisa melakukan itu, dengan kekuatan imajinasinya walauoun dengan data yang terbatas, penyair bisa melukiskan hal itu dalam puisi-puisinya.

Itulah yang terjadi dengan terbitnya buku Kumpulan Puisi 1000 Tahun Situs Peradaban Kota Cina “Yang Mengeram dari yang Terpendam” yang diluncurkan di halaman belakang Museum Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (03/11/2019).

Sejarawan Dr. Phil. Ichwan Azhari mengakui seniman lebih hebat dan bebas menafsir dan mengksplorasi penemuan artafak budaya di situs sejarah ketimbang sejarawan. Seniman menggunakan imajinasinya bisa membuat temuan artefak menjadi rangkaian cerita yang hidup  dan kreatif. Sementara sejarawan menulis diliputi kegalauan karena dibatasi oleh persyaratan akademis maupun penelitian ilmiah.

Hal itu disampaikan Ichwan Azhari saat menjadi pemantik diskusi pada acara peluncuran buku yang diterbitkan oleh Kosambi (Komunitas Sastra Binjai) ini.

“Sastrawan (penyair-red) merupakan kekuatan yang dahsyat dalam upaya pelestarian cagar budaya situs Kota Cina. Ke depan kita akan ajak sastrawan menyusuri paluh hingga ke muara untuk menulis lebih dalam dan lebih banyak puisi. Dalam kumpulan puisi ini, sejarah Kota Cina menjadi sangat luar biasa. Puisi telah membuat cerita tentang Situs Kota Cina ini menjadi tidak terbatas, tidak kering. Dalam menarasikan Situs Kota Cina ini, saya lebih percaya pada penyair,” kata Direktur Museum Kota Cina ini.

Gagasan menerbitkan kumpulan puisi ini berasal dari Penasehat Kosambi Dr. Tengku Suhaimi  yang dikenal juga sebagai Tsi Taura, seorang ASN yang gemar menyair. Menurutnya, Situs Kota Cina yang ada di Marelan ini adalah bukti penting bahwa daerah ini pernah menjadi sebuah kawasan perdagangan dunia pada abad ke-11 sampai abad ke-16.

“Pertama kali saya mengunjungi tempat ini saya yakin tempat ini menyimpan banyak sejarah, tinggal lagi bagaimana kita mengeksplorasinya. Itulah awal gagasan menerbitkan kumpulan puisi ini. Saya percaya, puisi menggaungkan hal ini dalam telinga kebudayaan. Pada penyair ini akan memantulkan kejernihan kata-kata pada semua arah,” katanya lagi.

Kurator sekaligus Editor buku ini Suyadi San mengakui proses penerbitan buku ini memakan waktu agak lama karena dia harus mempertimbangkan beberapa hal termasuk persoalan teknis kurasi dan editing. “Ketika saya menerima bundelan puisi tentang Situs Kota Cina ini saya memerlukan waktu berpikir tentang batasan Kota Cina dan keberadaannya di kawasan Marelan ini dan implikasinya dengan kebudayaan Melayu bila ditulis dalam bentuk puisi. Saya tidak ingin ada kekeliruan dalam menarasikan sejarah tentang Situs Kota Cina ini dalam bentuk puisi sehingga berdampak pula pada  punulisan sejarah secara akademis,” kata Ketua Himpunan Seni Budayawan Islam (HSBI) Kota Medan ini.

Menurut Suyadi dia harus mengkurasi sekitar 188 judul puisi dari 58 orang penyair. “Selaku  kurator, akhirnya saya hanya memilih 95 judul puisi dari 49 orang dan menyisihkan 93 judul puisi dan 10 orang penulis lainnya. Puisi-puisi tersisih itu, saya nilai terjebak pada terminologi pecinan atau geografis Cina di Tanah Tiongkok dan gagal mengeksekusi referen Situs Kota Cina dan sejumlah jejaknya. Ada juga yang gagal membangun sebuah puisi karena hanya menulis ulang data yang didapat dari dunia maya,” katanya lagi.

Peluncuran buku ini, dikemas dengan nuansa akademis namun dikolaborasi dengan pertunjukan teater singkat dan puitisasi puisi dalam buku ini. Tampil sebagai pembahas penyair yang juga akademisi Tanita Liasna, menilai sajak yang terkumpul dalam kumpulan puisi ini sangat berkesan. Peluncuran dihadiri sejumlah sastrawan dan akademisi dari Medan, Deliserdang dan Binjai. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here