Catatan Pagi Bang Harun: Tuan Presiden, Jangan Kambing Hitamkan Rakyat

0
27

Teman saya Yosse Piliang, seorang jurnalis perempuan yang juga ibu rumah tangga menulis status di akun faebooknya, pagi ini, Kamis (10/10) begini:

“Minah, tanggal berapa ni rupanya, koq udah Indomie aja di meja,” tanya Wak Mince.

“Bayar BPJS tapi Mak,” jawab Minah.

“Abes duit ko?” Ujar Wak Mince curiga.

“Kan naek BPJS Mak, kuambil yang kelas dua, 110 ribu satu orang. Kita berempat 440 ribu. Gajiku kan sejuta Mak, sisanya untuk ongkos ama belanja kita. Udah kusiapkan telor satu papan Mak. Indomie satu kardus. Untuk amankan bulan ini mak,” kata Mince sambil benahi rambutnya.

“Jadi, sebulan ni makan Indomie kita?” Tanya Wak Mince.

“Sebulan ni aja Mak, kalo ada duit ayah, itulah untuk beli cabe ama bawang,’ jawab Minah lagi.

Kali ini, dia mulai agak kesal.

“Tapi nggak papalah Minah. Sebulan makan Indomie, kurasa masuk rumah sakitlah mamak ama ayah kau. Dua bulan juga tu. Di rumah sakitkan dikasi makan. Menang banyaklah kita Minah. Ko bayar 400 ribu. Nginap rumah sakit dua bulan. Bagus juga pemerintah kita ni,” ucap Wak Mince sambil melahap mie instan lengkap dengan telornya.

Saya yakin status ini bukan mau memuji pemerintah dalam menjamin kesehatan warganya, tapi adalah sindirin terhadap kinerja pemerintah yang gagal mengelola sistem jaminan sosial kesehatan terhadap rakyatnya, sebuhungan dengan naiknya dua kali lipat iyuran BPJS. Catatan saya, ini bukan satu-satunya protes terhadap kenaikan iyuran BPJS itu dan adanya rencana pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang akan memberi sanksi kepada penunggak BPJS tidak akan bisa mendapatkan layanan administratif lainnya seperti SIM, STNK, IMB dan paspor.

Menurut saya, saksi yang mereka rancang dengan menggunakan tangan Presiden itu hanya akan semakin mempersulit rakyat yang hidupnya memang sudah sulit. Untuk itu kepada Tuan Presiden (siapapun Presidennya) saya harap jangan lagi menambah kesulitan rakyat dan mengkambinghitan rakyat akibat kegagalan pemerintah mengelola sistem jaminan sosial kesehatan yang kita sebut BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan itu? Sadarlah Tuan Presiden, rakyat dalam keadaan sekarat. Penghasilan mereka rendah, lapangan kerja terbatas, harga-harga melambung tinggi. Tuan jangan hanya berumah di atas awan, sekali-sekali turunlah ke bumi, tapi jangan hanya untuk selfi, pencitraan saja. Sadarlah, sadarlah, sadarlah.

Kita rakyat sangat mendukung adanya BPJS yang merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggungjawab langsung kepada Anda Tuan Presiden. Mereka berdasarkan Undang-undang memiliki tugas untuk menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun sejak didirikan pada 1 Januari 2014 mereka gagal menunaikan tugasnya. Yang salah bukan sistem atau undang-undangnya, atau rakyat yang tak mampu membayar iyuran tapi mereka yang Anda tugaskan mengelola lembaga ini. Lalu kenapa rakyat yang jadi kambing hitam?

Saya yakin jika pun Tuan Presiden “ngoyo” mengeluarkan Keppres itu, maka Keppres itu juga tidak akan memperbaiki situasi yang sudah mulai kacau ini. Sebenarnya kan sudah ada beberapa aturan hukum yang mengaturnya diantaranya Peraturan Pemerintah (PP) N0. 86 tahun 2013 yang mengatur penyelenggaraan BPJS dan Peraturan Presiden No. 111 thun 2003. Coba Tuan tanyakan para pengelola BPJS apakah aturan hukum itu sudah efektif mereka laksanakan? Jika aturan itu dilaksanakan, saya yakin tidak akan ada persoalan dengan program jaminan sosial kesehatan ini. Negara lain kok bisa melaksanakan jaminan sosial kesehatan ini dengan baik? Siapa yang salah Tuan Presiden?

Saat ini saya dengar sedang terjadi “kongkalikong” antara BPJS dengan pihak kepolisian, lembaga penegak hukum dan kementerian serta lembaga pemerintah lainnya untuk menyusun draft aturan Keppres yang akan Tuan tandatangani itu. Menurut petinggi BPJS Fachmi Idris, bleid itu segera akan dikeluarkan untuk mendisiplinkan peserta. Lho, kami rakyat sudah disiplin kok, kan kelen yang ngak disiplin mengelola iyuran yang kami bayarkan? Antahlah Jang……

Kamis, 10 Oktober 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here