Teater Lorong Tanjungbalai Keluar Sebagai Terbaik I Festival Seni Budaya Islam

0
233

MEDAN – MITRANEWS : Kelompok Teater Lorong Tanjungbalai keluar sebagai yang Terbaik I pada Festival Seni Budaya Islam (FSBI) yang digelar Teater GENERASI dan Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) Medan di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Rabu (24/7/19).

Kelompok teater yang dipimpin Bobby Marzai Marpaung itu membawakan naskah “Ayahku Pulang” karya Usmar Ismail. Selain gelar Kelompok Terbaik I, Teater Lorong Company meraih Aktor Utama dalam peran Gunarto dan Penyutradaraan Terbaik.
Kelompok Terbaik II diraih Teater Garuda Medan, yang juga membawakan lakon “Ayahku Pulang” Usmar Ismail. Grup yang bermarkas di Kecamatan Medan Amplas ini juga meraih gelar Aktris Utama Terbaik dalam peran Ibu.
Selanjutnya, kelompok Teater Techno’s Deliserdang meraih gelar Kelompok Terbaik III. Grup yang bersanggar di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan ini mengusung lakon “Dewi Masyitoh” karya Puthut Buchori. Grup ini juga meraih Penataan Artistik Terbaik.
Dewan Juri yang terdiri atas S. Ratman Suras, Nasib TS, Halimatussakdiyah Nasution, dan Suyadi San juga memilih tokoh Ayah dalam naskah “Ayahku Pulang” kelompok Teater LKK Unimed sebagai Aktor Pendukung Terbaik dan pemeran tokoh Zulaiha kelompok Teater Buas lakon “Fajar Sidik” karya Emilia Sanossa.
Dalam cabang musikalisasi puisi, tim SMA Swasta Islam Terpadu Indah Medan meraih Juara III. Karena lomba ini cuma diikuti tiga peserta, dewan juri memutuskan tidak ada pemenang pertama dan kedua.
“Karena pesertanya cuma tiga, kami sepakat menggunakan sistem standar, yaitu berpatok pada standar penilaian angka patokan dan normatif. Hasilnya, cuma berada pada standar angka 70–79, yaitu pada peringkat III alias cukup. Sedangkan dalam lomba drama, kami menggunakan sistem nomine, karena pesertanya lebih kompetitif,” sebut Suyadi.
Kegiatan Festival Seni Budaya Islam yang diselenggarakan Himpunan Seni Budaya Islam (HBSI) Kota Medan, Teater GENERASI, dan Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia (Kompi) Sumatra Utara itu sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Sekretaris HSBI Sumut, Drs. Harun Al Rasyid.
Dalam sambutannya, Harun menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap seni dan budaya, khususnya seni budaya Islam. “Oleh karena itu, seniman harus membiayai sendiri kegiatannya. Belum ada sponsor dan bantuan pemerintah. Seperti kegiatan festival ini yang masih dibiayai secara mandiri, swadana oleh penyelenggara,” kata Harun
Oleh karena itu, HSBI Sumut sangat mengapresiasi positif kegiatan festival seni budaya Islam ini. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menggairahkan kegiatan seni khusus seni Islami di daerah kita ini. Semoga nanti ada dermawan, cukong atau pejabat yang terketuk nuraninya untuk membantu kegiatan positif ini,” harap Harun.

Menurut Suyadi San selaku penyelenggara, puncak acara Festival Seni Budaya Islam akan berlangsung di Aula Perpustakaan Provinsi Sumatra Utara, Jalan Brigjen Katamso Medan, Ahad (28/7/19). Acara ini akan diisi seminar sastra Islam, peluncuran buku antologi puisi “Sajadah”, dan penyerahan hadiah pemenang festival.
Seminar akan menampilkan pembicara budayawan Dr. Shafwan Hadi Umry, M.Hum., Damiri Mahkud, Dr. Dahlena Sari Marbun, M.Pd., Dr. Tengku Faridah Yafitzham, M.Hum., dan Winarti, M.Pd. selaku pembedah buku antologi “Sajadah”. (*)

Sumber:
Pressrelease HSBI Medan

Editor:
Harun AR

Penampilan Teater Techno’s SMK 1 Percut Sei Tuan, Deliserdang, dalam naskah Dewi Masyitoh karya Puthut Buchori. Lakon ini mengisahkan Dewi Masyitoh yang hanya mengakui dan menyembah Allah Swt dan menolak Firaun sebagai Tuhan. Akibatnya, Masyitoh dihukum mati dengan cara keji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here