Selamat Jalan Sang Pejuang Demokrasi Mohammed Morsi

0
148

MEDAN – MITRANEWS : Presiden Mesir (terguling) Mohammed Morsi) meninggal dunia pada Senin, 17/6/2019 usai menyampaikan pembelaannya pada proses persidangan tuduhan makar di Pengadilan Tinggi Militer Mesir.
Morsi adalah Presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis pada Pemilu Mesir tahun 2012 lalu dengan perolehan suara 57,1 persen. Namun, beberapa tahun memerintah, Morsi dikudeta oleh pasukan militer masif yang memprotes kepemimpinannya. Morsi hanya berkuasa selama satu tahun tiga hari. Ia digulingkan pada 3 Juli 2013 Pada 3 Juli 2013, dia dikudeta dan digantikan oleh Presiden saat ini, Abdel Fattah el-Sisi. Dia menjadi tahanan rumah sebelum dijebloskan ke penjara.
Sebagai mana dilansir The Guardian, Morsi adalah tokoh senior Muslim Brotherhood (Persaudaraan Muslim), yang kini dilarang oleh pemerintah Mesir. Ia tengah menjalani persidangan atas tuduhan espionase. Ia pingsan lalu meninggal di tempat. “Setelah [hakim memutuskan] kasus ini ditunda, dia pingsan lalu meninggal. Jasadnya kemudian dibawa ke rumah sakit,” kata salah seorang sumber sebagaimana dilansir The Guardian.
Laporan saksi mata dari jurnalis Mesir yang ada di persidangan, Dr. Mohammed Morsi wafat syahid setelah 25 menit menyampaikan pidato terakhirnya di persidangan, lalu beliah jatuh ke lantai dan wafat.
Mohammed Morsi, 67 tahun, terpilih sebagai Presiden Mesir pengganti Presiden Husni Mubarak sesuai dengan keputusan Komisi Pemilihan Presiden yang diumumkan Ketua Komisi, Farouk Soltan.
Morsi, lahir di desa Adwah, Provinsi Syarqiyah, bagian timur Mesir, pada 20 Agustus 1951 dari keluarga petani sederhana. Doktor teknik lulusan Amerika Serikat itu mengetuai Partai Kebebasan dan Keadilan atau Hizbul Hurriyah Wal Adalah, sayap politik Ikhwanul Muslimin.
Morsi meraih doktor bidang teknik material pada University of Southern California pada 1982, dan pernah menjadi dosen atau profesor pembantu di universitas di AS itu pada 1982-1985. Pada 1985-2010, Morsi mengetuai jurusan teknik material di Universitas Zakazik, Mesir, dan dosen teknik di Cairo University.
Sejak 1977, Morsi mulai aktif di Ikhwanul Muslimin dan berulang kali masuk penjara, baik di masa Presiden Anwar Saddat (1970-1981) maupun di era Presiden Husni Mubarak (1981-2011) atas tuduhan melakukan gerakan bawah tanah untuk menggulingkan pemerintah.
Memang, sepanjang tiga rezim Mesir mulai dari Presiden Gamal Abdel Nasser (1953-1970), berlanjut rezim Presiden Anwar Saddat (1970-1981) hingga Presiden Mubarak (1981-2011), Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi terlarang.
Jabatan terakhir di Ikhwanul Muslimin, sebagai anggota (Irsyad) atau dewan pimpinan tertinggi di jajaran organisasi berpengaruh tersebut.
Dalam pemilihan umum pada 2000, Mursi terpilih sebagai anggota parlemen dan kemudian terpilih menjadi juru bicara kubu Ikhwanul Muslimin di dewan legislatif itu. Mursi memiliki seorang istri dan dikaruniai lima orang anak dan tiga orang cucu.
Ini merupakan yang pertama seorang pemimpin organisasi Islam mencapai posisi tertinggi di negeri berjulukan “Negeri Seribu Menara” tersebut.

Pidato Morsi Terakhir

  1. Kalian telah menuduh saya melakukan aksi spionase (kerjasama intelijen) bersama Hamas, sekarang (pemerintahan) kalian berinteraksi dan bekerja sama juga dengan Hamas.
  2. Kalian telah menuduh saya atas apa yang terjadi di Sinai, dan sekarang kalian menyaksikan juga yang terjadi di Sinai (penyerangan dan pembunuhan), sementara saya sudah ada di dalam penjara.
  3. Kalian menuduh saya terkait insiden kekerasan di Mesir, sekarang kalian menyaksikan apa yang terjadi di gereja dan masjid (serangan pemboman), dan pengusiran penduduk dari beberapa kampung dan daerah di Mesir.
  4. Kalian mengkudeta-ku dan tak pernah membiarkanku sehari saja tanpa penyiksaan di dalam penjara, dan kalian pura-pura bodoh dengan apa yang terjadi. Kalian ingin membunuhku dengan berbagai macam cara, tapi pada saat yang sama kalian juga ketakutan akan kerasnya reaksi yang akan muncul saat itu terjadi.
  5. Tidak ada yang tahu kapan ajal seseorang kecuali Allah. Dia-lah yg berkuasa atas segala urusan. Dan tidaklah kami ucapkan selain : Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung dari setiap pelaku kezaliman dan antek-antek penjahat kudeta.
  6. Sungguh aku sangat yakin, aku akan bertemu Allah dalam kondisi bersabar dan berharap mendapatkan pahala. Aku yakin sepenuhnya akan bertemu dengan para penjahat itu di hadapan Allah, dan pada sisi-Nya akan tuntas segala perselesihan (dengan keadilan).
  7. Pesanku kepada anak-anak dan istriku, Allah menyaksikan bahwa sungguh aku mencintai kalian, dengan sebuah cinta yang tidak akan mengetahui (kedalaman)nya kecuali hanya Allah semata.
    Betapa sering aku menderita, kesakitan, menjalani kehidupan dalam penjara tanpa obat dan pengobatan, tapi saat itu Aku memikirkan kalian siang dan malam. Aku tak tahu kapan kita akan bertemu, dan sungguh mungkin pertemuan kita kelak di Surga. Kita mohon itu kepada Allah, dan kita adukan kepada-Nya kezaliman mereka yang zalim.
  8. Sungguh aku sampaikan kepada kalian bangsa Mesir yang agung, aku ulang kembali pesan ini dan senantiasa aku kuatkan : bahwa kalian mampu menjalankan perubahan wahai pemuda-pemuda Mesir. Jangan meninggalkan dan mengecewakan para ibu-ibu yang anak-anaknya syahid dalam perjuangan ini, juga mereka saudara-saudaramu yang telah terzalimi. Sesungguhnya kezaliman tidak akan abadi, dan mereka para pengkudeta, akan datang kepada mereka hari kepastian. Tidak ada yang abadi, karena hanya Allah-lah yang kekal abadi.
  9. Pemerintahanku belum berjalan satu tahun lamanya, dan banyak sekali upaya intervensi dari banyak negara, baik itu Zionis, Amerika dan Arab, mereka mengintervensi banyak urusan Mesir dan membeli para pengkhianat bayaran untuk menghancurkan negeri ini. Dan sekarang ini Mesir sebagaimana kalian saksikan setiap hari, kejadian perusakan demi perusakan terjadi, dan bangsa ini tidak pernah tenang kecuali dengan hilangnya pelaku kezaliman, dan kembali bebasnya mereka yang terzalimi.
  10. Point terakhir yang disampaikan Morsi sebelum jatuh ke lantai. Media televisi Mesir merekam peristiwa/ucapan tersebut, tanpa menyiarkannya, yaitu : Aku hanya menunggu perjumpaan dengan Allah semata Wahai para Hakim, celakalah Hakim dunia (akan diadili) oleh Hakim Langit. Kemudian saat itu beliau tidak bisa melihat lagi siapa yang di hadapannya, beliau mengangkat jari telunjuknya ke atas tinggi-tinggi dan jatuh ke lantai.(*)

Disarikan dari berbagai sumber oleh Harun Al Rasyid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here