Abdul Azis, ST: “Karate Membuat Kita Sehat dan Awet Muda.”

0
119

Usianya tergolong sudah tidak muda lagi, lahir di Padang 4 Juni 1960 namun beliau tampak sehat, bugar dan awet muda. Gerakannya tampak lincah dan bertenaga terlihat dari semangatnya yang tetap bergelora dan tetap rajin berlatih.

Beliau adalah Abdul Azis, ST yang akrab disapa Sensei Azis oleh sesama karateka. Usai latihan di Dojo Museum TNI Jl. H. Zainul Arifin Medan, Sensei Azis mengungkap rahasia kebugarannya. “Selagi jantung masih berdenyut, latihan karate tak boleh berhenti,” katanya meyakinkan seraya mengatakan dirinya tak pernah berhenti berlatih sejak 35 tahun yang lalu di Perguruan Karate Kala Hitam.

Dedikasi dan pengabdian Sensei Azis di Perguruan Kala Hitam memang tak perlu diragukan lagi. Dibimbing langsung oleh pendiri Perguruan Kala Hitam almarhum Kancho Winta Karma, banyak filosofi dan pelajaran yang dipetik Sensei Azis.

Salah satu wejangan gurunya yang tidak pernah dilupakannya adalah bahwa seorang karateka, baru dapat mengetahui manfaat karate setelah belajar dan berlatih selama 30 tahun lebih. Itulah yang membuatnya termotivasi untuk tetap belajat, berlatih dan menekuni beladiri karate.

Menurut Sensei Azis, usai kejuaraan karate tahun 2004 lalu, Ketua Dewan Guru Perguruan Kala Hitam Kancho Winta Karna memberikan sertifikat sebagai Anggota Dewan Juri Internasional Kyokushinkai-Kan kepada Abdul Aziis. pemberian sertifikat ini tercantum dan diabadikan dalam buku
Perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam yang terbit tahun 2005 disusun oleh Dr. H. Rustam Effendi YS SpPD dkk.

Dalam menekuni karate berbagai jabatan pernah disandangnya antara lain

  1. Wakil Sekrtaris Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Sumut.
  2. Sekrtaris PB Perguruan Kala Hitam.
  3. Ketua Harian Pengurus Cabang Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Karimun 2014-2016 (saat itu Abdul Azis berdinas memimpin Stasiun Meterologi Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau.

Bicara soal karate Sensei Azis punya filosofi:”Mampukah dirimu membela dirimu sendiri sehingga kamu mampu membela keluargamu dan orang lain”

Lebih lanjut Sensei Azis menerangkan falsafah OSU sebagai tradisi sesama karateka memiliki makna yang mendalam baik antar murid kepada guru (Sensei) murid kepada senior (Senpei) murid kepada teman setingkat (Dohai) serta kepada adik tingkatan (Kohai).
Tradisi tegur sapa dengan kata ‘OSU’ harus selalu ditempatkan pada posisi terhormat bagi para karateka, ‘OSU’ merupakan singkatan dari OShi Shinobu yang bermakna Keteguhan, Sabar, menahan diri dalam menghadapi tekanan atau dalam keadaan tidak emosional.

Inilah yang diamalkan Abdul Azis selaku Calon Anggota Legislati (caleg) Bomor Urut 9 dari PKS untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 5 meliputi kecamatan Medan Johor, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Selayang, Medan Sunggal dan Medan Tuntungan.

Dengan pergaulannya yang cukup luas dengan berbagai lapisan masyarakat tingkat keterpilihan Abdul Azis, ST cukup besar. Sejak ditetapkan sebagai caleg, Abdul Azis tak henti-hentinya menemui para konstituennya dari berbagai lapisan dan berbagai macam karakter masyarakat di daerah pemilihannya.

“Semangat pantang menyerah, teguh dan Ibsya Allah amanah serta percaya diri itulah modal utama saya untuk mendapat mandat masyarakat. Harapan saya, dalam rentang waktu yang tak lama lagi, saya berharap pada tanggal 17 April 2019 nanti masyarakat betbondong-bondong menuju TPS dan mencoblos saya,” katanya lagi.
Menurut Abdul Azis, dalam setiap kebesaran selalu ada keterbatasan seperti keperkasaan gunung yang tersembunyi di balik awan atai murkanya awan sirna tersapu angin. Begitulah alam mengalunkan harmoninya guna merajut cinta antar sesama.(*)

Reporter:
Anjambak

Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here