Bersyukurlah, Masih Bisa Jalan dan Sehat

0
224

Oleh: Bang Harun AR

Bersyukur bisa saja dilakukan seseorang dengan berbagai cara tergantung pemahamannya tentang rasa syukur itu. Umumnya ada tiga cara orang mengungkapkan rasa syukurnya yaitu dengan hati, dengan lisan dan dengan perbuatan.

Bersyukur dengan hati ialah dengan memahami dengan sepenuh hati bahwa nikmat yang diperoleh terutama nikmat umur dan sehat adalah datangnya dari Allah SWT. Nikmat umur dan sehat adalah nikmat yang paling berharga selain nikmat
Iman dan Islam. Karena dengan kedua nikmat itulah kita bisa melaksanakan konsep hablumminallah dan hablumminannas.

Bersyukur dengan lisan adalah dengan senantiasa memuji Allah atas setiap nikmat yang kita rasakan setiap saat. Umat yang bersyukur adalah umat yang senantiasa setiap saat terucap dari mulutnya kalimat-kalimat pujian kepada Allah.

Bersyukur dengan perbuatan adalah dengam senantiasa berbuat baik, selain ibadah juga perbuatan-perbuatan yang bermanfaat untuk orang lain dan alam semesta.

Dalam konsep bersyukur itulah, saya sejak tiga tahun yang lalu mengikuti sebuah komunitas yang saya anggap memungkinkan saya untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Komunitas itu kami sebut KAHMI Forever Jalan Sehat disingkat KFJS. Komunitas ini hanyalah komunitas biasa-biasa saja, tidak terstruktur, tidak ada pengurusnya, kegiatannya hanya jalan kaki setiap hari Minggu pagi, lokasinya pun tak menentu, kadang di halaman Biro Rektor USU, kadang di rumah seseorang, kadang di suatu instansi, kadang di ruang terbuka perumahan, kadang di taman kota.

Karena ada kata KAHMI, maka orang yang bergabung di komunitas ini adalah alumni HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Meskipun ada juga yang bukan anggota HMI. Pokoknya cair saja, siapapun boleh bergabung tapi umumnya ya kader HMI. Maka tak heran dalam komunitas ini ada guru besar (profesor), ada dosen, ada pengusaha, ada pejabat, ada direktur, ada pengurus parpol, pengurus LSM dan tentu saja ada para pensiunan.

Ketika kegiatan jalan sehat berlangsung mereka saling berbagi cerita, informasi, pengalaman bahkan berbagi duka dan suka. Rute jalannya juga tak terlalu jauh, sekitar dua sampai tiga kilometer saja, karena peserta banyak juga yang lansia.

Yang penting happy, bisa tertawa dan bahkan saling ejek, saling seloroh, tapi tak ada yang tersinggung karena sudah saling memaafkan. Yang dicari adalah nilai silaturrahimnya. Toh katanya silaturrahim memperpanjang umur.

Pada awalnya komunitas ini terbentuk di Jakarta tanggal 15 Desember 2015. Turunannya terbentuk di Medan dan dimulai hari Minggu tanggal 27 Desember 2015. Medan adalah kota yang ke-15 terrbentuknya KFJS. Saat ini sudah ada 200 kota yang ada KFJS termasuk di luar negeri.

Saya termasuk orang yang sejak awal bergabung di KFJS. Hampir tak pernah saya tak mengikuti KFJS setiap Minggu pagi. Bukan karena apa-apa, saya memang dianjurkan dokter untuk olahraga jalan kaki setiap hari minimal setengah jam dengan jarak tempuh sekitar dua sampai tiga kilometer. Dan saya merasakan manfaatnya, saya merasakan lebih sehat pasca serangan stroke ringan pada awal 2015.

Jadi intinya, saya bersyukur, masih bisa jalan dan saya merasa sehat. Itulah nikmat yang diberikan Allah kepada saya dan karena itulah saya bersyukur.

Pada kegiatan jalan sehat Minggu pagi tanggal 27 Januari 2019 kemaren, kami juga bersyukur dan merayakan milad ke-3 KFJS Medan. Ada pemotongan tumpeng oleh para senior yang hadir diantaranya Prof Darma Bakti, Prof Ramli, Prof Pujiati, Dr Mutsuhito Solin, Dr Sri Minda Murni. Ada juga para penggiat seperti dr Delyuzar, dr Khairani Sukatendel, Ansari Adnant, Suaib AK dan lain-lain. Sementara Mislaini Suci Rahayu dengan keikhlasannya bertindak menjadi tuan rumah, beliau menyediakan tumpeng dan sarapan pagi berupa Soto Medan dan Pulut serta Goreng Pisang. Inilah bentuk kebersamaan itu.

Kembali ke soal KFJS, ada yang mengatakan kegiatan KFJS ini kegiatan sia-sia, kalau hanya sekadar jalan kaki kan bisa di sekitar perumahan saja. Sebagai komunitas yang mulai membesar, KFJS mempunyai potensi besar diarak ke panggung politik. Toh selama ini alumni HMI selalu bergelut dalam hal-hal seperti itu. Alumni HMI terkenal dengan kemampuannya berakrobat politik. Kan, tinggal mengarahkan saja, ke arah mana KFJS akan diarahkan.

KFJS juga punya potensi ekonomis dan potensi-potensi lainnya. Tapi menurut saya, KFJS haruslah tetap berada di jalur jalan sehat, jangan sampai salah jalur. Pada jalur ini kita sudah bisa bersyukur, masih bisa jalan dan sehat selalu. Aamiin.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here