Profil Caleg

0
1317

Edriana, SH, MA, Putri Minang Bertekad Melanjutkan Perjuangan
Rasuna Said

Oleh Harun Al Rasyid

Sumatera Barat (Minangkabau) sudah banyak melahirkan tokoh perempuan dalam konstelasi pergerakan politik Indonesia. Nama Rangkayo Rasuna Said, Rahmah El Yunusyiah, Rohana Kudus dan Siti Manggopoh sudah tak asing lagi dalam sejarah Indobesia. Momentum pemilu legislatif 2019 nanti menjadi pembuktian bagi seorang perempuan Minangkabau Edriana, SH, MA menapakkan kariernya di Gedung Parlemen. Dia bertekad akan meneruskan perjuangan tokoh-tokoh perempuan Minangkabau sebelumnya.

“Sebagai perempuan Minang, saya paham persoalan yang dihadapi kaum perempuan Minang saat ini. Paham akan kebutuhan dan kepentingan mereka, karena saya lahir dan dibesarkan di Ranah Minang ini. Saya akan mewakafkan hidup saya untuk pembangunan di Sumatera Barat,” kata perempuan yang akrab dipanggil Nana ini. Edriana lahir di Padang tanggal 16 Maret 1964. Pendidikan dasar sampai menengah dijalaninya di kota kelahirannya itu. Setelah tamat dari SMAN 2 Padang, Nana melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Pancasila dan memperoleh gelar SH tahun 1992. Sedangkan gelar MA diperolehnya dari The Hague Universitet, Belanda tahun 2000. Saat ini Nana sedang menyelesaikan program doktornya (S3) di Universitas Indonesia.

Majunya Nana sebagai calon DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumbar I bukan tanpa alasan. Sebagai putri Minang, Nana sudah banyak berbuat dengan melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan di Ranah Minang. Bahkan selama dua tahun terakhir ini Nana melaksanakan program intensif untuk berusaha meningkatkan pendapatan ibu-ibu dari kegiatan hasil hutan bukan kayu di daerah Solok Selatan dan Pesisir Selatan.

“Alhamdulillah, kami bisa membangun kelompok perempuan yang cukup kuat di dua daerah tersebut dengan jumlah anggota lebih kurang 400 orang,” kata Direktur Women Reseach Institute (WRI) ini.

Nana memang sudah malang melintang dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Beliau adalah salah seorang pendiri Koalisi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan dan Demokrasi (KPI) tahun 1998 lalu. Bahkan Nana adalah anggota Steering Committee kongres pertama KPI sekaligus Ketua Penyelenggara (OC) kongres pertama KPI di Jogjakarta tahun 1998 itu.

Selaku Direktur WRI, Nana telah mempresentasikan hasil penelitian WRI dengan judul “Situation Analysis on Girls and Young Women in Indonesia (Analisa situasi anak dan remaja perempuan di Indonesia) dalam Forum Development Institute Set and Share the Agenda for Gender Equality (SSAGE) Workshop di Seoul, Korea Selatan pada 4 – 9 September 2017.

Sebelumnya Nana juga mempresentasikan hasil riset Women Research Institute di acara side event yang diadakan oleh INFID dan Ford Foundation tentang “Inter Community in Reality: Towards a New Platform for Achieving MDGs and Welcoming Post-2015 Development Agenda in Indonesia” (Lintas Komunitas dalam Kenyataan: Menuju Platform untuk Mencapai Tujuan-tujuan MDGs dan Menyambut Agenda Pembangunan Paska-2015 di Indonesia”, di New York pada September 2013.

Nana juga menghadiri pertemuan tahunan Global Forest Watch Partnership, Washington DC, Februari, 2016;

Sebagai aktifis pemberdayaan perempuan Nana juga diminta menjadi Delegasi Republik Indonesia (DELRI) yang dibentuk oleh Kantor Utusan Khusus MDGs untuk menghadiri Konferensi PBB tentang Penyakit Tidak Menular di Markas Besar PBB, New York, Amerika, pada Oktober, 2011 dan berbagai delegasi lain untuk konferensi internasional menyangkut pemberdayaan perempuan.

Nana menyadari, sekarang ini masih kurang sekali perempuan Minang yang maju dalam kontestasi politik nasional dan lokal. Saat ini kiprah perempuan Minang kurang terdengar padahal sejarah mencatat begitu besarnya peran Rasuna Said dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di Ranah Minang. Atas pertimbangan itulah, Edriana bertekad maju dalam Pemilu Legislatif tahun 2018 nanti.
Nana berharap masyarakat Sumatera Barat, khususnya Dapil Sumbar I dapat memilihnya sehingga dia bisa menjadi Wakil Rakyat yang akan memperjuangkan nasib urang awak di parlemen nanti.

Mengusung tagline “Berjuang untuk memajukan kaum perempuan” Nana yakin masyarakat Sumatera Barat akan mendukung niat baiknya dan memberikan suaranya demi kemajuan Provinsi Sumatera Barat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here